KUPANG, KN — Atmosfer sepak bola sejagat benar-benar membius masyarakat Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ribuan pencinta si kulit bundar memadati halaman kantor LPP TVRI Stasiun NTT di Kota Kupang untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) akbar partai pamungkas Piala Dunia pada Senin (20/7).
Massa yang didominasi anak muda hingga pencinta bola senior tampak menyemut menghadap layar raksasa yang disediakan di area panggung terbuka TVRI NTT demi menyaksikan duel sengit yang mempertemukan Spanyol dan Argentina.
Kemeriahan nobar ini memuncak saat wasit meniup peluit panjang yang menandai kemenangan dramatis Spanyol atas Argentina dengan skor tipis 1-0.
Hasil ini sekaligus memastikan trofi berlambang emas murni tersebut terbang ke Madrid.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Matador dan Tembok Tebal Argentina
Partai final yang dinantikan jutaan pasang mata ini menyajikan intensitas permainan yang luar biasa tinggi sejak menit awal babak pertama.
Spanyol yang turun dengan formasi andalan mereka langsung memegang kendali permainan melalui strategi operan-operan pendek cepat dari kaki ke kaki.
Gaya permainan khas La Furia Roja ini memaksa lini pertahanan Argentina bekerja ekstra keras untuk menutup ruang gerak.
Di sisi lain, Argentina yang mengandalkan serangan balik cepat beberapa kali sempat melancarkan usaha serangan menuju pertahanan Spanyol.
Namun, kokohnya koordinasi lini belakang Spanyol membuat setiap usaha Tim Tango berhasil dipatahkan sehingga sulit mendapatkan peluang emas.
Kebuntuan baru pecah pada babak kedua masa extra time tepatnya menit ke 106, ketika gelombang serangan terstruktur Spanyol berhasil membongkar barisan pertahanan Argentina.
Melalui skema operan cepat yang mematikan di dalam kotak penalti, penyerang Spanyol, Ferran Torres sukses menyarangkan bola ke sudut gawang Argentina yang tak mampu dijangkau oleh penjaga gawang.
Skor 1-0 ini bertahan hingga laga usai meskipun Argentina terus berupaya mengurung pertahanan Spanyol di sepuluh menit terakhir pertandingan.




Tinggalkan Balasan