KUPANG, KN — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kupang Kota mengerahkan ratusan personel gabungan untuk mengawal ketat jalannya pesta bola di Kota Kasih. 

Langkah antisipatif ini diambil guna mengamankan jalannya Nonton Bareng (Nobar) akbar partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan duel sengit antara Tim Nasional Spanyol melawan Argentina pada Senin dini hari (20/7).

Laga perebutan trofi bergengsi internasional tersebut memicu gelombang antusiasme luar biasa dari warga kota. 

Ribuan masyarakat terpantau memadati sejumlah titik kumpul utama yang tersebar di wilayah hukum Polresta Kupang Kota, mulai dari Lapangan Apel Kantor Gubernur NTT, Kantor LPP TVRI Kupang, Kantor DPW Partai Nasdem NTT, Kantor PT. Pos Indonesia, hingga area publik di Taman Nostalgia, Kelurahan Kelapa Lima.

Pengaturan Lintas Sektor demi Kenyamanan Publik

Operasi pengamanan skala besar ini dikomandoi langsung oleh Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polresta Kupang Kota, AKP Mesakh Yohanis Hetharie, S.H., M.H. 

Aparat kepolisian disiagakan di setiap lokasi nobar tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga bertugas mengurai kemacetan lalu lintas, mengawal pergerakan pejalan kaki yang menyeberang jalan, serta mengantisipasi terjadinya potensi gesekan antarsuporter.

Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M., melalui Kabagops, menegaskan bahwa penempatan taktis ratusan personel ini bertujuan menciptakan ruang publik yang ramah dan aman bagi warga yang ingin menikmati laga sepak bola kelas dunia tersebut hingga menit akhir.

“Kami memastikan kegiatan Nobar yang dihadiri banyak masyarakat ini dapat berlangsung dengan aman dan kondusif, sehingga seluruh warga dapat menikmati pertandingan dengan nyaman. Personel kami juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas maupun konvoi suporter setelah pertandingan usai,” papar AKP Mesakh Yohanis Hetharie saat menjelaskan fokus operasi di lapangan.

Imbauan Sportivitas dan Apresiasi Kedewasaan Supporter

Mengingat tingginya tensi pertandingan di atas lapangan hijau yang kerap memengaruhi emosi para pendukung di lokasi nobar, pihak Polresta Kupang Kota sejak awal telah mengeluarkan imbauan tegas. 

Pimpinan tertinggi kepolisian di ibu kota provinsi NTT tersebut meminta masyarakat agar tetap mengedepankan nilai-nilai sportivitas serta menghindari tindakan euforia berlebihan seperti konvoi liar yang dapat mengganggu hak-hak pengguna jalan lainnya.

“Sepak bola adalah ajang untuk mempererat persaudaraan. Apa pun hasil pertandingan, mari kita rayakan dengan bijak, tetap menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas, dan menghormati pengguna jalan lainnya. 

Jangan sampai euforia kemenangan justru menimbulkan gangguan kamtibmas maupun membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain,” urai Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari dalam pesan tertulisnya.

Setelah wasit meniup peluit panjang dan Spanyol dipastikan keluar sebagai juara dunia, seluruh rangkaian nobar di berbagai titik strategis tersebut dilaporkan berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya insiden menonjol. 

Lancarnya arus lalu lintas pasca-pertandingan juga mendapat apresiasi dari kepolisian, yang secara khusus memuji kedewasaan bersikap yang ditunjukkan oleh seluruh elemen suporter dan masyarakat Kota Kupang selama mendukung tim kebanggaan mereka. (agn)