KUPANG, KN — Upaya memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi di Kota Kasih terus digalakkan melalui sinergi multisektor.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir secara langsung untuk meresmikan pembukaan ajang pameran otomotif dan pemberdayaan ekonomi bertajuk Adira Expo 2026.
Acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut tersebut dipusatkan di Lippo Plaza Kupang pada Jumat (17/7).
Agenda tahunan ini turut mengundang atensi dari berbagai kalangan, mulai dari jajaran manajemen puncak Adira Finance, perwakilan mitra dealer kendaraan bermotor, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga ratusan warga Kota Kupang yang memadati area pembukaan.
Apresiasi Kemitraan Strategis Pemkot dan Sektor Swasta
Dalam pidato sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada pihak swasta yang konsisten mendampingi pemerintah daerah dalam mendongkrak kelas usaha kerakyatan.
Baginya, kehadiran fisik kepala daerah di acara ini merupakan penegasan bahwa peningkatan daya saing sektor UMKM menempati urutan teratas dalam garis kebijakan prioritas Pemkot Kupang.
Wali Kota mengibaratkan pameran ini bukan sekadar area transaksi perdagangan semata, melainkan sebuah jembatan yang mengubah gagasan kreatif masyarakat menjadi realitas pasar yang bernilai ekonomi tinggi.
“Saya ingin hadir walaupun hanya sebentar. Ini adalah bentuk apresiasi dan rasa terima kasih saya kepada Adira yang selama ini sudah banyak membantu Pemerintah Kota Kupang dalam memajukan UMKM. Meningkatkan daya saing UMKM merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Kupang,” ujar dr. Christian Widodo.
Mengadopsi Filosofi Sinergitas untuk Ketahanan Daerah
Lebih lanjut, pemimpin nomor satu di Kota Kupang tersebut menekankan rumus penting dalam membangun ketahanan ekonomi kota.
Menurutnya, pemerintah bertugas memotong jalur birokrasi dan menciptakan iklim regulasi yang sehat, dunia usaha bertindak membuka akses permodalan, sedangkan masyarakat menyuplai daya beli serta kreativitas produk.
Wali Kota juga menyitir sebuah kutipan filosofis mengenai kesinambungan hubungan kerja sama, yakni coming together is beginning, staying together is progress, working together is success.
“Pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif, dunia usaha membuka peluang dan akses, sedangkan masyarakat menghadirkan kreativitas dan pasar. Jika ketiganya berjalan bersama, maka daya beli masyarakat meningkat dan ekonomi daerah akan tumbuh lebih kuat,” urai Wali Kota menjabarkan konsep sinergi trilateral tersebut.
Sebelum memungkasi arahannya, dr. Christian Widodo mengingatkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak boleh melulu diukur dari megahnya proyek infrastruktur fisik seperti jalan dan gedung.
Pembangunan sejati harus menyentuh penguatan kapasitas manusia, benteng moral, serta ketahanan ekonomi berbasis digital. Para pelaku usaha lokal pun didorong untuk melek teknologi dengan memindahkan sistem pemasaran tradisional ke dalam ekosistem digital dan jaringan pasar daring (online). (agn)




Tinggalkan Balasan