KUPANG, KN — Insiden kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Perumahan Lopo Indah Permai BTN Kolhua, Blok Y1, RT 37 / RW 13, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. 

Peristiwa yang menghanguskan tiga unit rumah permanen milik warga setempat tersebut terjadi pada Sabtu siang (18/7) sekitar pukul 11.30 WITA, dan sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan penghuni kompleks perumahan.

Berdasarkan kesaksian sejumlah warga di lokasi kejadian, kobaran api pertama kali terdeteksi dari munculnya gumpalan asap tebal yang membubung dari bagian belakang salah satu rumah. 

Lantaran posisi bangunan yang berhimpitan dan berada di area perumahan yang rapat, amukan si jago merah dengan sangat cepat menjalar dan melahap dua unit rumah lain yang berdiri tepat di sebelahnya.

Respons Cepat Aparat dan Penanganan Terpadu di Lapangan

Menyadari besarnya potensi penyebaran api yang dapat mengancam keselamatan ratusan rumah lainnya, warga segera menghubungi aparat kepolisian. 

Merespons laporan darurat tersebut, personel piket Polsek Maulafa yang dikomandoi langsung oleh Kapolsek Maulafa, AKP M. L. Petterson Riwu, S.H., langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, anggota Polsek Maulafa bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Kolhua, AIPTU I Ketut Widiantara, bahu-membahu bersama masyarakat sekitar melakukan lokalisasi api menggunakan peralatan seadanya. 

Langkah awal ini krusial untuk menahan laju api sebelum armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kupang tiba di lokasi untuk melakukan penyemprotan secara menyeluruh hingga api benar-benar berhasil dipadamkan.

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Maulafa, memberikan apresiasi yang tinggi atas ikatan gotong royong yang ditunjukkan oleh warga dalam menghadapi situasi darurat tersebut.

“Kami mengapresiasi kesigapan warga yang dengan cepat melaporkan kejadian ini dan turut membantu upaya pemadaman awal. Kerja sama antara masyarakat, Polsek Maulafa, dan Damkar Kota Kupang menjadi kunci utama sehingga api dapat segera dikendalikan, dan tidak meluas ke rumah-rumah lain di sekitar TKP,” ujar AKP M. L. Petterson Riwu dalam keterangannya.

Investigasi TKP dan Imbauan Kewaspadaan Musim Kemarau

Setelah situasi dinyatakan aman dan sisa-sisa bara api berhasil didinginkan, Tim Identifikasi Polresta Kupang Kota langsung menggelar olah TKP di ketiga bangunan yang terdampak. 

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian. 

Pihak korban juga belum bisa menaksir secara nominal total kerugian material yang mereka alami, lantaran masih menunggu proses pendataan tingkat kerusakan struktur bangunan secara rinci.

Kendati menghanguskan tiga unit bangunan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa naas ini. 

Para pemilik rumah yang terdampak juga menyatakan menerima insiden ini secara ikhlas sebagai musibah murni dan memilih untuk tidak menempuh jalur hukum.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak kepolisian mengeluarkan peringatan keras kepada warga Kota Kupang untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah NTT saat ini sedang memasuki puncak musim kemarau yang rawan memicu kebakaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu memeriksa peralatan listrik maupun kompor di rumah masing-masing, pastikan telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah dan tidak membakar sampah sembarangan, mengingat kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” pungkas Kapolsek Maulafa. (agn)