Ketua Panitia Pelaksana, Frengki Amalo, S.Sos., M.M., memaparkan bahwa para peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori, melainkan diuji secara akademis melalui mekanisme pre-test dan post-test guna mengukur penyerapan materi.
Para guru dibekali pemahaman komprehensif mulai dari asal-usul olahraga cricket, regulasi formal pertandingan, manajemen keselamatan siswa saat bertanding, hingga simulasi taktik permainan.
“Kami berharap para guru menjadi agen yang memperkenalkan olahraga cricket sekaligus mampu menemukan dan membina bibit-bibit atlet potensial di Kota Kupang,” tutur Frengki Amalo merinci target jangka panjang kepanitiaan. (agn)
Halaman




Tinggalkan Balasan