“Tinju mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kemenangan dan tidak ada prestasi tanpa kerja keras, tanpa latihan yang serius, dan tanpa membangun kualitas diri secara terus-menerus,” tegasnya.

Melki mengapresiasi sportivitas para atlet. Meski bertarung sengit di ring, suasana persaudaraan tetap terjaga usai pertandingan.

“Coba kita lihat tadi. Mereka bertarung sungguh-sungguh, ada yang menang ada yang kalah. Tapi setelah selesai, mereka saling berpelukan dan saling menghormati. Itulah nilai utama dalam olahraga tinju,” ungkapnya.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dari Papua, provinsi lain, dan Timor Leste. Kehadiran mereka disebut bukti turnamen UPG 1945 sudah mendapat kepercayaan komunitas tinju nasional.

Sebelum menutup, Melki mengajak semua sasana dan atlet kembali bertanding di Kejuaraan Tinju Piala Gubernur NTT yang akan digelar di Kabupaten Sabu Raijua, September 2026.

“Saya mengajak semua atlet dan sasana yang hadir hari ini untuk kembali bertanding pada Kejuaraan Tinju Piala Gubernur di Sabu Raijua. Bagi yang belum sempat ikut kali ini, kami tunggu kehadirannya nanti di Sabu,” katanya.