Ruteng, KN – Jenazah Yohanes Rungkas, korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nanggolait, Kabupaten Nduga, Papua, telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Manggarai, NTT, Senin 18 Juli 2022.
Salah satu anggota keluarga korban, Yosep Kawe, mengatakan, sebelum mendengar kabar duka itu, ia sempat membujuk Yohanes untuk pulang ke Manggarai. Namun permintaan Yosep ditolak oleh Yohanes.
“Waktu itu saya bilang, adik kita pulang. Saya rindu sekali, makanya saya suruh dia pulang. Jangan pikir uang. Saya siap tanggung uang tiket sampai di Manggarai,” ujar Yosep Kawe.
Permintaan Yosep ditolak Yohanes dengan alasan ia harus menyelesaikan pekerjaannya, karena tugasnya di Papua tinggal menyisahkan satu bulan.
“Kakak duluan. Saya lagi satu bulan kerja disini. Karena itu, saya dan adik pulang duluan. Dan kami disini sudah sekitar satu bulan, kabar tiga hari belakangan ini membuat kami kaget, karena adik saya ditembak di Nduga,” terangnya.
Yosep menjelaskan, almarhum Yohanes yang merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara ini pernah bertugas di Timika, sebelum dipindah tugaskan ke Kabupaten Nduga.
“Almarhum baru sembilan bulan kerja di Kabupaten Nduga. Sebelumnya, dia bekerja di Timika sekitar enam tahun lebih. Jadi almarhum lebih lama bekerja di Timika,” terang Yosep.
Dia menerangkan, sebelum peristiwa naas menimpa Yohanes, pihaknya sama sekali tidak merasakan firasat apapun. “Tidak ada firasat pak,” ungkapnya.
Kendati demikian, kata Yosep, sebelum mendengar kabar duka itu dari Tanah Papua, Yohanes Rungkas sempat menelepon ibundanya, dan menceritakan pertistiwa yang melukai bagian kakinya.
“Malamnya, almarhum telepon mamanya dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Bahwa dia mengalami luka di bagian kakinya,” jelasnya.
“Lalu mama bilang kau turub sudah. Namun Yohanes menolak permintaan ibunya. Almarhum kena tembak saat kerja. Saat di jalan pergi antar barang dari bandara,” tambahnya.
Dua minggu sebelum kejadian, almarhum sempat mengirimkan uang dengan nilai Rp2 juta rupiah untuk ibundanya, yang berada di Kabupaten Manggarai, NTT.
“Dua minggu sebelum kejadian ini, Yohanes sudah pernah kirim uang sebanyak Rp2 juta untuk mamanya,” ungkap Yosep.
Yosep kemudian menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk pemerintah yang sudah mengambil bagian dalam membantu pemulangan jenazah Yohanes Rungkas ke kampung halamannya.
“Mewakili pihak keluarga, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk pemerintah yang sudah ambil bagian dalam membantu pemulangan jenazah dari adik Yohanes ini hingga tiba di rumah,” pungkasnya. (*)