Retnowati: Jenazah Suami Saya Tersenyum dan Mengeluarkan Air Mata

Kolase foto Retnowati (kiri) dan TKP suaminya mengalami kecelakaan di Jl. Frans Seda, Kota Kupang / Foto: Eman Krova

Kupang, KN – Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jl. Frans Seda Kota Kupang, Jumat 23 April 2021 pagi menewaskan seorang pengendara sepeda.

Pria yang kemudian diketahui bernama Sirajudin Bin Hasan ini tewas di tempat kejadian perkara. Menurut keterangan saksi mata, setidaknya ada lebih dari 2 mobil terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Istri korban, Retnowati Titik Utari yang ditemui media ini di kediamannya, mengaku sempat merasakan firasat, bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak baik.

Namun dia tidak pernah membayangkan, bahwa akan terjadi musibah terhadap keluarganya.

“Saya lagi periksa tugas anak-anak tuna netra, kok perasaan saya tidak enak. Ternyata saya dapat kabar bahwa suami saya celaka dan meninggal,” kata Retnowati kepada wartawan di kediamannya.

Dia menjelaskan, ketika jenazah suaminya tiba di Mesjid Kampung Solor, Kota Kupang, dia melihat jenazah suaminya sempat tersenyum dan mengeluarkan air matanya.

“Saya lihat dia senyum, tetapi setelah anak saya datang, saya lihat dia mengeluarkan air matanya. Padahal dia sudah meninggal,” ucapnya.

Sementara untuk proses lanjutan terkait kejadian tersebut, Retnowati mengaku menyerahkan semuanya kepada keluarga.

“Nanti kita runding dengan keluarga dulu, baru bisa diambil keputusan,” tutup Retnowati.

BACA JUGA:  Buka Hypermart Slim Fit Fun Run, Pj Wali Kota Kupang Dukung Jadi Event Tahunan

Sebelumnya, saksi mata yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian menyampaikan, saat itu mobil truk TNI-AU, bergerak dengan kecepatan tinggi dari arah timur atau arah Gedung Keuangan hendak menuju ke arah bundaran Kirab.

Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi tidak dapat mengendalikan laju mobil truck tersebut, karena diduga mengalami rem blong, sehingga menabrak mobil box dari arah belakang.

“Kondisi saat itu pas mau lampu merah. Saya mendengar bunyi benturan. Truk warna biru dari belakang tabrak mobil box,” ujar saksi mata yang ditemui media ini.

Dia menjelaskan, mobil box warna putih kemudian menabrak beberapa mobil di bagian depan, sehingga terjadi benturan yang cukup keras.

Di antara mobil truk dan mobil box, terdapat pengendara sepeda yang tertabrak dan meninggal di tempat kejadian.

“Saya mau lari ke sana untuk lihat, tapi saya takut. Sehingga saya memilih untuk tetap di sini,” ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini korban disemayamkan di Masjid Kampung Solor, Kota Kupang untuk selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman Batukadera.*