Istri Kedua Buka Suara, Kapten Kisman Diduga Dibunuh

Istri Kedua Meike Taghulihi / Eman Krova

Kupang, KN – Misteri kematian Kisman Kasehung, Kapten Kapal asal Manado yang ditemukan tewas di lahan kosong milik PT Pelindo III, RT 16/RW 05, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang menyisakan tanda tanya.

Menurut pengakuan Meike Taghulihi, yang merupakan istri kedua korban bahwa, Kisman bersama istri pertamanya di Manado, Stefi Baliude sering bertengkar melalui handphone. Pertengkaran terakhir terjadi pada Sabtu 20 Maret 2021.

Dalam perbincangan, Kisman sempat mengatakan, jika istrinya di Manado datang ke Kota Kupang, maka pasti akan terjadi sesuatu pada dirinya.

“Saya dengar sedikit perbincangan mereka, Kisman mengatakan, kalau dia mau datang ke Kupang, nanti ngana lihat. Ada sesuatu yang terjadi pa kita. Itu saja yang saya dengar,” ujar Meike kepada wartawan, Kamis 25 Maret 2021.

Namun, Meike menenangkan Kisman sambil mengatakan, jika istrinya hendak ke Kota Kupang, silahkan jemput dan bawa saja ke Hotel, sehingga mereka bertiga duduk bersama dan menyelesaikan persoalan cinta segitiga itu.

“Lebih baik Bapak saja yang jemput dia, biar aman dan dia tidak ngamok-ngamok, sehingga Bapak juga tidak merasa malu di lingkungan sini,” pinta Meike.

Namun permintaan Meike tidak diindahkan oleh Kisman. Dia malah mengingatkannya untuk tidak boleh keluar dari kost, jika istri pertamanya tiba di Kota Kupang.

“Dia ingatkan saya untuk tidak boleh keluar kos ini. Nanti kalau istri pertamanya datang baru dia yang hadapi di depan,” jelasnya.

Pada hari Minggu, 21 Maret 2021 sebelum Kisman menghilang, Kisman sempat mengajak Meike untuk olahraga pagi dengan berjalan keliling lokasi kompleks.

Permintaan Kisman sempat ditolak, karena Kisman memang memiliki riwayat penyakit gula. Sehingga dia ditawarkan untuk melakukan olahraga di kost. Namun tawaran itu ditolak.

“Dia bilang lebih semangat kalau jalan-jalan keliling. Dan kami pun berjalan keliling di sekitar kompleks,” ujar Meike sambil menyeka air matanya

Usai berolahraga, Meike dan Kisman pulang ke kos melewati jalan setapak yang merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di mana Kisman ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah tiba di kos, Meike memperhatikan tingkah Kisman terlihat aneh dan tidak seperti biasanya. Karena setelah mandi, Meike diminta untuk memakaikan pakaian hingga menyisir rambut Kisman.

BACA JUGA:  Pakar Hukum Asal NTT Minta Mabes Polri Ambil Alih Laporan Aliansi Cipayung

“Setelah saya turuti kemauannya, dia langsung memeluk dan menyapu-nyapu kepala saya dengan tangannya,” kisahnya.

Usai mengenakan pakaian, Kisman kemudian meminta Meike untuk membelikan ikan bakar, karena Kisman mengaku sudah bosan mengkonsumsi daging setiap hari.

Meike pun langsung bergegas mencari ojek untuk ke pasar membeli ikan. Sepulang dari pasar, Meike kaget melihat pintu kamar dalam keadaan terbuka, dan Kisman pergi tinggalkan kost tanpa pesan apa pun.

Meike pun panik, dan langsung mencarinya dengan menyusuri jalan setapak yang baru saja dilalui mereka berdua.

“Saya mencari dia lewat jalan yang kami lewat tadi. Cuma mau masuk ke dalam hutan itu, saya takut karena sendiri. Jadi saya panggil 3 anak kecil untuk bantu saya cari dia,” jelasnya.

Namun usaha Meike dan ketiga anak tadi tidak membuahkan hasil. Hingga malam tiba, Kisman tak kunjung ditemui. Handphone milik korban pun tidak dapat dihubungi.

“Hpnya juga tidak aktif. Saya sempat kontak beberapa kawannya dan awak kapal, namun mereka bilang tidak mengetahuinya,” tandasnya.

Hingga korban ditemukan, terdapat dua buah pisau yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Namun Meike tidak tahu menahu tentang kedua pisau tersebut.

“Saya tidak tahu. Karena pisau itu saya tidak pernah lihat sebelumnya, dan bukan pisau di kos saya. Kita tidak ada pisau begitu. Kalau pisau saya di kos, polisi sudah bawa,” jelasnya menambahkan.

Dia mengaku melihat sendiri pisau yang ada di lokasi kejadian tempat Kisman ditemukan. Namun pisau tersebut bukan miliknya atau milik suaminya.

Meike mengaku telah hidup bersama Kapten Kisman selama 2 tahun terakhir di Tenau, Kota Kupang. Kisman dikenal sebagai orang baik dan rajin ke gereja serta memiliki penyakit bawaan seperti gula darah.

Kapten Kisman sendiri telah dibawa ke Manado pada Kamis 25 Maret 2021, untuk dimakamkan oleh keluarga.

Nantikan tulisan berikut terkait kedatangan istri pertama atau istri sah Kapten Kisman bertepatan di hari Kapten Kisman dinyatakan hilang.*