KUPANG, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin langsung Rapat Pembahasan Perekonomian Daerah Kedelapan (VIII) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT pada Kamis (05/11/2026). 

Pertemuan lintas sektor ini digelar untuk merespons dinamika pasar menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), dengan fokus utama menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok, stabilitas harga, serta kelancaran rantai pasok di seluruh wilayah NTT.

Suasana di ruang rapat utama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT berlangsung penuh keseriusan, fokus, dan transparan. 

Ruangan berlantai kayu elegan tersebut dihiasi latar dinding bernuansa kayu dengan logo timbul “Bank Indonesia” berwarna perak yang megah. 

Di meja rapat utama berbentuk “U”, Gubernur Melki Laka Lena yang mengenakan kemeja batik tenun cokelat tampak duduk berdampingan dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT serta jajaran pimpinan instansi vertikal, perbankan, dan asosiasi pengusaha. 

Sejumlah pejabat teknis dan staf sibuk mengamati dokumen laporan keuangan serta mencatat poin penting di laptop masing-masing. 

Diskusi berjalan dua arah; para pelaku usaha membeberkan realita distribusi di lapangan, sementara pihak pemerintah memetakan solusi taktis demi menjaga daya beli masyarakat.

Dalam pengarahannya, Gubernur Melki menekankan empat poin krusial yang memerlukan penanganan mendesak. 

Pertama, pengawasan ketat terhadap distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) agar kebutuhan energi warga tercukupi. 

Kedua, pengusutan penyebab kelangkaan semen yang mulai menghambat aktivitas sektor konstruksi daerah. 

Ketiga, peningkatan efisiensi layanan bongkar muat di pelabuhan untuk mencegah penumpukan logistik. 

Keempat, pemantauan harga pasar secara berkala guna menekan laju inflasi daerah.

Gubernur Melki Laka Lena menggarisbawahi bahwa kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi momen Nataru tidak boleh terbatas pada kestabilan harga semata, melainkan kepastian fisik barang di pasar.