Kupang, KN – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Christa Jaya Perdana Kupang mencatat lonjakan prestasi dalam penilaian kinerja perbankan nasional.

Berdasarkan kinerja tahun buku 2025, BPR Christa Jaya berhasil menembus peringkat ke-6 nasional dalam ajang BPR Award untuk kategori aset Rp250 miliar hingga Rp500 miliar.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada penilaian kinerja tahun buku 2024, BPR Christa Jaya berada di peringkat ke-15 nasional. Artinya, dalam satu tahun, posisi BPR Christa Jaya melonjak sembilan peringkat hingga masuk dalam enam besar BPR terbaik secara nasional pada kategori tersebut.

Direktur Kredit BPR Christa Jaya, Ricky Manafe, mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh jajaran manajemen karena BPR Christa Jaya mampu membawa nama Nusa Tenggara Timur (NTT) ke tingkat nasional.

“Syukur dan puji Tuhan, BPR Christa Jaya mendapatkan rating yang sangat bagus, yaitu peringkat ke-6 di Indonesia untuk kategori aset Rp250 miliar sampai Rp500 miliar,” ujar Ricky, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, posisi tersebut menjadi capaian penting mengingat persaingan di industri BPR nasional cukup ketat.

“Dari lebih dari 1.500 BPR di Indonesia, kita berada di peringkat keenam. Dari NTT, BPR Christa Jaya menjadi nomor satu. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” katanya.

Ricky menegaskan, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian bagi perusahaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami akan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan ikut membantu pertumbuhan ekonomi daerah. Kalau ekonomi bertumbuh, sektor keuangan dan perbankan juga ikut bertumbuh,” jelasnya.

Dinilai Berdasarkan Kinerja Keuangan

Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto, menjelaskan bahwa penilaian BPR Award dilakukan oleh pihak eksternal secara independen dengan menggunakan data dan laporan keuangan resmi.

Sejumlah indikator menjadi dasar penilaian, di antaranya kekuatan permodalan, manajemen bisnis, kemampuan menghasilkan laba, serta pertumbuhan debitur.