KUPANG, KN — Ketegangan dan dampak bencana alam yang melanda daratan Flores memicu kepedulian kolektif di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Bertempat di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa (18/8), prosesi penyerahan dana kemanusiaan dari PT TASPEN (Persero) bersama Gekrafs NTT untuk para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 berlangsung tertib dan sarat dengan semangat gotong royong.
Tempat kegiatan diwarnai dialog hangat dan koordinasi intensif antara pihak korporasi BUMN, pimpinan daerah, serta tokoh masyarakat Flores yang berada di Kupang, mencerminkan ikatan solidaritas yang kuat di tengah situasi darurat.
Sejatinya, jajaran pimpinan PT TASPEN menjadwalkan penerbangan langsung untuk menyerahkan dukungan bantuan ini di wilayah Bajawa dan Boawae, Kabupaten Nagekeo.
Namun, terkendalanya akses penerbangan akibat rentetan gempa susulan memaksa pengalihan skema penyerahan bantuan secara simbolis di Kota Kupang melalui IKADA dan Gekrafs NTT.
Meski demikian, pergerakan di lapangan telah mendahului, di mana tim TASPEN Kantor Cabang Ende sudah lebih awal terjun menyalurkan bantuan secara langsung di Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Komisaris Utama PT TASPEN, Fary Djemy Francis, secara terbuka menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah berat yang menimpa warga pengungsian di Flores.
Ia menegaskan bahwa aksi tanggap bencana ini adalah wujud nyata kepedulian sosial TASPEN Group dalam menjamin kebutuhan dasar warga yang terdampak guncangan gempa.
“TASPEN Group turut berduka cita mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Flores. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat TASPEN untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pengungsian. Selain bantuan kelembagaan, secara pribadi saya dan Pak Direktur Investasi juga menambah donasi senilai Rp15 juta untuk penanganan khusus warga terdampak di Desa Wolowae,” ungkap Fary Djemy Francis saat memberikan keterangan resmi.
Fary menambahkan bahwa TASPEN tidak hanya fokus pada bantuan logistik umum, melainkan juga menaruh perhatian besar pada jaminan keselamatan serta perlindungan bagi sekitar 90.110 peserta aktif maupun pensiunan TASPEN yang bermukim di wilayah terdampak bencana di NTT.









Tinggalkan Balasan