Kupang, KN – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Bank NTT untuk mendorong perluasan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Partai Golkar NTT menggandeng Bank NTT untuk memfasilitasi kegiatan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan digelar secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-NTT pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian agenda Partai Golkar NTT dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ketua Panitia HUT RI ke-81 Partai Golkar NTT, Ferdinandus Naga, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI, mulai 13 hingga 17 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan agenda Sosialisasi KUR bersama Bank NTT pada 13 Agustus 2026 dan akan ditutup dengan doa bersama di seluruh DPD Partai Golkar se-NTT pada 17 Agustus 2026.
“Terkait agenda kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat yang akan dilakukan bersama Bank NTT, Golkar NTT hanya memfasilitasi semua pelaku UMKM di setiap daerah kabupaten/kota untuk ikut bersama mendengarkan sosialisasi KUR dari Bank NTT,” ujar Ferdinandus, Rabu, (12/8/2026)
Ia menegaskan, keterlibatan Partai Golkar dalam kegiatan tersebut sebatas memfasilitasi pelaku UMKM untuk memperoleh informasi mengenai program KUR.
Sementara proses pengajuan hingga pencairan kredit tetap sepenuhnya mengikuti ketentuan yang berlaku di Bank NTT.
“Perlu kita tekankan bahwa Partai Golkar hanya memfasilitasi UMKM yang ada di NTT untuk mengikuti sosialisasi KUR tersebut, sedangkan terkait dengan proses dan pencairan semuanya tetap mengikuti apa yang menjadi ketentuan yang ada di Bank NTT,” tegas Ferdinandus.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka akses informasi yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mengenai program KUR yang disalurkan melalui Bank NTT.
Libatkan Berbagai Unsur Ormas dan Parpol
Ferdinandus mengatakan, kegiatan sosialisasi KUR tersebut tidak hanya diarahkan untuk melibatkan struktur Partai Golkar.



Tinggalkan Balasan