KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam merawat kelestarian adat dan seni lokal melalui pembukaan Event Budaya Kelurahan Naioni yang digelar di halaman Kantor Lurah Naioni, Jumat (7/8). 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, serta dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Kupang Christian S. Baitanu, Camat Alak, para lurah se-Kecamatan Alak, Plt. Lurah Naioni, jajaran Dinas Pariwisata Kota Kupang, tokoh agama, tokoh adat, dan ratusan warga setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada perangkat kelurahan, panitia penyelenggara, serta seluruh masyarakat yang telah bersinergi menyukseskan gelaran seni dan budaya tersebut. 

Ia menekankan bahwa perhelatan perayaan tradisi ini tidak sekadar menjadi ajang tontonan seremonial, melainkan representasi dari fondasi sosial masyarakat Kota Kupang yang ditopang oleh keragaman serta semangat kebersamaan.

Wali Kota menegaskan bahwa keberagaman suku, etnis, dan agama yang ada di Kota Kupang harus senantiasa dipelihara sebagai modal sosial yang merekatkan hubungan antawarga, bukan justru memicu perpecahan.

Hari ini kita bukan sekadar merayakan sebuah festival, tetapi kita merayakan identitas dan jiwa Kota Kupang, yaitu keberagaman dan kolaborasi,” ujar dr. Christian Widodo saat membuka acara secara resmi.

Ia memisalkan kehidupan bermasyarakat yang majemuk bagaikan komposisi musik atau helai kain tenun khas Nusa Tenggara Timur yang memerlukan keselarasan dari berbagai unsur pembentuknya.

Harmoni itu bukan sama atau seragam, tetapi seimbang. Kita berbeda-beda, tetapi ketika disatukan dengan proporsi yang tepat, seperti nada dalam sebuah lagu atau benang dalam tenun, akan menjadi harmoni yang indah,” jelasnya menambahkan.

Di akhir arahannya, Wali Kota mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan dan warisan leluhur demi keberlangsungan generasi penerus di masa mendatang.

“Kota Kupang bukan hanya warisan dari leluhur kita, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Mari kita jaga baik-baik, sehingga kita bisa menyerahkan kembali Kota Kupang kepada anak cucu kita, tegasnya. (agn)