KUPANG — Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa aspek keselamatan jiwa para nelayan harus senantiasa ditempatkan sebagai prioritas utama di atas hasil tangkapan. 

Arahan tegas tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., saat membuka secara resmi kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Stasiun Meteorologi Maritim Tenau BMKG di Gedung GMIT Lahairoi, Kelurahan Lasiana, Selasa (4/8).

Perhelatan edukatif bagi masyarakat pesisir ini turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang Absalom Sine, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Andreudson Tungga, perwakilan BMKG Pusat, unsur TNI Angkatan Laut, Bakamla, Basarnas, Dinas Perikanan Kota Kupang, Ketua Majelis Jemaat GMIT Lahairoi Lasiana, para penyuluh perikanan, serta puluhan nelayan asal Kelurahan Lasiana dan Kampung Solor.

Dalam arahannya, Jeffry Edward Pelt mengapresiasi terobosan BMKG yang rutin mengedukasi warga Pesisir Kupang. 

Ia menyoroti pergeseran pola melaut masyarakat lokal dari yang sebelumnya hanya mengandalkan prediksi tanda-tanda alam dan arah angin secara tradisional, kini dipermudah oleh instrumen teknologi data saintifik prakiraan cuaca yang presisi. 

Pengetahuan membaca dinamika gelombang dan cuaca dinilai vital dalam menekan tingkat risiko kecelakaan di laut.

“Silakan manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ilmu yang diperoleh hari ini akan menjadi bekal untuk mengambil keputusan, apakah saatnya melaut atau justru menunggu hingga kondisi cuaca lebih aman. Yang paling penting adalah mencari rezeki sekaligus pulang ke rumah dengan selamat,” imbau Jeffry Edward Pelt.

Pemerintah Kota Kupang mendorong para peserta yang hadir untuk menularkan wawasan literasi cuaca tersebut kepada jejaring sesama nelayan di wilayahnya. 

Lebih lanjut, Pemkot Kupang berkomitmen mempererat sinergi lintas lembaga bersama BMKG, Basarnas, TNI AL, hingga Polairud guna memastikan akses informasi cuaca maritim dapat dijangkau dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat pesisir. (agn)