KUPANG — Ratusan utusan dan pemangku pelayanan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dari berbagai pelosok Indonesia Bagian Timur berkumpul di Kota Kupang guna menghadiri Sinode Distrik XVII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Kristal Kupang, Selasa (4/8). Agenda tahunan ini memfokuskan pembahasannya pada langkah transformasi pelayanan gereja di tengah dinamika perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Praeses HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur, Pdt. Christian Sitompul, M.Th., M.Min., menjelaskan bahwa Distrik XVII merupakan salah satu wilayah pelayanan terluas yang membentang dari Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan Tengah, hingga Papua Barat Daya dan Papua Selatan. Dalam forum penetapan program dan anggaran ini, pemanfaatan teknologi menjadi topik mendesak agar gereja tetap relevan menanggapi tantangan zaman.
Menurut Pdt. Christian Sitompul, sikap terbaik gereja terhadap kemajuan teknologi kecerdasan buatan bukanlah menghindari, melainkan mengoptimasikannya sebagai sarana penunjang efektivitas pelayanan dengan tetap memegang teguh kaidah moralitas keagamaan.
“Kita tidak mungkin menolak perkembangan kecerdasan buatan. Yang harus kita lakukan adalah menjadikannya sebagai alat yang mendukung pelayanan, menambah pengetahuan, dan membawa manfaat bagi gereja serta masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai iman,” ujar Pdt. Christian Sitompul.
Apresiasi senada disampaikan oleh Ketua Panitia Lokal Sinode, Sintua Mahadin Sibarani. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas fasilitasi Pemerintah Kota Kupang serta seluruh jajaran yang menyukseskan jalannya musyawarah persidangan.
Rangkaian Sinode Distrik XVII HKBP Indonesia Bagian Timur Tahun 2026 yang diisi dengan agenda sidang pleno, diskusi tematik, serta penyusunan rekomendasi strategis ini diharapkan mampu melahirkan terobosan pelayanan digital yang inklusif serta membawa dampak nyata bagi masyarakat luas di seluruh cakupan area pelayanan.



Tinggalkan Balasan