KUPANG, KN — Menjawab tingginya kerentanan anak usia remaja terhadap dampak negatif lingkungan serta media digital, Pemerintah Kota Kupang menggelar Roadshow TP PKK Tahun 2026 yang dipusatkan di UPTD SMP Negeri 1 Kota Kupang, Selasa (4/8). 

Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali pelajar usia 12–15 tahun dengan pemahaman perlindungan diri dan keahlian menghadapi tantangan zaman.

Ketua Panitia Pelaksana, Yeni Aman, S.H., melaporkan bahwa rangkaian kegiatan edukatif ini berlangsung selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Agustus 2026. 

Program yang didanai melalui DPA Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang TA 2026 ini menjangkau para guru dan murid di tujuh sekolah menengah pertama, yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 11, SMPK Assumpta, MTs Muhammadiyah, dan SMP Adhyaksa.

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, Pemkot Kupang menggandeng pemateri lintas sektor terpercaya. 

Dinas Kesehatan memberikan materi kesehatan reproduksi dan gizi remaja, tim psikolog memaparkan materi kesehatan mental serta pencegahan perundungan (anti-bullying), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyosialisasikan literasi keuangan terkait bahaya pinjaman online ilegal, judi daring, dan investasi bodong, serta Yayasan Kita Madani membagikan edukasi etika bermedia sosial dan literasi digital.

Dalam momen interaksi bersama peserta didik, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo turut membekali para remaja dengan formula praktis penanganan diri dari bahaya kekerasan seksual, yaitu “TOLAK, LARI, DAN CERITA”.

“Tubuh kalian adalah milik kalian sendiri. Jika ada bagian tubuh yang disentuh dan membuat kalian merasa tidak nyaman, harus berani menolak, segera lari, dan ceritakan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya. Jangan pernah dipendam sendiri,” imbau dr. Christian Widodo kepada para siswa.

Melalui sinergi erat antara sekolah, pemerintah, dan keluarga, program ini diharapkan mampu mencetak pribadi siswa yang tangguh, bijak berteknologi, serta terhindar dari berbagai ancaman sosial di lingkungan masyarakat. (agn)