KUPANG, KN — Dalam upaya memperkuat daya beli masyarakat dan mengendalikan gejolak harga bahan pokok, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersama TPID Kota Kupang resmi memulai rangkaian Operasi Pasar Murah di Kecamatan Oebobo, Senin (27/7).
Pelaksanaan kegiatan di Kota Kupang ini menjadi bagian dari gerakan pengendalian inflasi serentak di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali Nusra) yang turut disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri serta kementerian terkait.
Deputi Perwakilan BI NTT, Rio Khasananda, menyampaikan bahwa intervensi pasar di depan Kantor PD Pasar Oebobo merupakan titik awal dari agenda stabilisasi pangan yang dijadwalkan menyasar lima kecamatan lainnya di Kota Kupang.
Pendekatan komprehensif ini difokuskan pada keterjangkauan harga komoditas strategis serta kelancaran rantai pasok lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Rio menekankan pentingnya respons bersama antar-pemangku kepentingan untuk menjaga ketenangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Operasi pasar hari ini merupakan implementasi nyata dari strategi tersebut. Masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Kegiatan perdana hari ini di Kecamatan Oebobo, operasi pasar akan dilakukan di 5 kecamatan lainnya,” ungkap Rio Khasananda di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Bank Indonesia mengimbau warga agar menerapkan pola belanja bijak sesuai kebutuhan prioritas dan terus mendukung konsumsi produk pangan lokal.
Sinergi ini diperkuat oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang melalui pengawasan objek-objek pasar utama, sehingga dampak kestabilan harga dan keandalan stok dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga Kota Kupang. (agn)



Tinggalkan Balasan