KUPANG, KN — Pemulihan dan penguatan ekonomi warga berbasis komunitas menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Festival Budaya Multietnis dan Pertandingan Olahraga di Kelurahan Oesapa Barat. 

Kegiatan yang digelar sejak pertengahan Juli hingga 13 Agustus 2026 ini dirancang tidak hanya sebagai wadah pelestarian budaya, tetapi juga sebagai stimulus untuk meningkatkan pendapatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat.

Pusat kegiatan yang bertempat di lapangan bola voli RT 014 / RW 005 dilengkapi oleh stan-stan UMKM dan pedagang lokal yang akan menjajakan ragam kuliner serta produk kerajinan masyarakat. 

Antusiasme warga terlihat tinggi sejak pembukaan acara yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Suasana khidmat dan penuh rasa kebersamaan menyelimuti pembukaan kegiatan saat dipimpin doa oleh Pdt. Maria Monalisa Fanggidae-Detan, M.Th. 

Dalam kesempatan tersebut, Monalisa Fanggidae menegaskan pentingnya nilai kebersamaan dan rasa saling mendukung di tengah warga yang bermukim di wilayah Oesapa Barat.

“Melalui momentum peringatan kemerdekaan dan festival budaya ini, kita diajak untuk saling bergandengan tangan, mendukung usaha sesama warga, dan menjaga lingkungan kita agar tetap rukun. Ketika warga bersatu dan saling menopang, ekonomi dan keharmonisan di Oesapa Barat tentu akan bertumbuh dengan baik,” tuturnya di hadapan warga yang memadati tempat acara.

Ketua Panitia Pelaksana, Daniel Ikon Pa, S.T., menjelaskan bahwa salah satu target konkret dari festival sepanjang pertengahan tahun ini adalah memberi ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar selama masa perayaan HUT RI ke-81.

“Penyelenggaraan festival ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas kesempatan usaha bagi para pelaku UMKM, mulai dari sore hari ini hingga tanggal 13 Agustus mendatang,” ungkap Daniel dalam pidatonya.

Selain dorongan ekonomi, festival ini dirancang untuk membangun jiwa sportivitas serta semangat gotong royong antar-generasi.