KUPANG, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri sekaligus memberikan pengarahan resmi pada Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Provinsi NTT Periode 2025–2030 yang berlangsung di Kota Kupang pada Kamis (06/11/2026).

Suasana di lokasi auditorium acara berlangsung hangat, megah, dan penuh dengan semarak harmoni seni. 

Ruangan berkapasitas besar dengan jajaran kursi teater berwarna merah menyala dipadati oleh para seniman, pemusik, serta tokoh seni budaya dari berbagai penjuru wilayah NTT. 

Di panggung utama berlatar kain tenun tradisional yang elegan, grup paduan suara anak-anak berbusana serba putih tampil memukau membawakan alunan lagu-lagu daerah. 

Gubernur Melki Laka Lena yang mengenakan kemeja batik tenun bermotif cokelat khas NTT tampak duduk anggun di barisan depan sofa VIP bersama para undangan. 

Acara dilanjutkan dengan prosesi pengalungan selendang tenun secara simbolis oleh Gubernur Melki kepada pengurus yang dilantik, disambut tepuk tangan gemuruh seluruh hadirin.

Dalam sambutannya dari atas podium, Gubernur Melki Laka Lena menggarisbawahi bahwa musik bukan sekadar wahana hiburan semata, melainkan elemen kebudayaan dan pilar ekonomi yang sangat bernilai bagi daerah.

“Musik bukan sekadar hiburan. Musik adalah bahasa yang menyatukan, menjaga identitas budaya, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.

Lebih jauh, Gubernur Melki memaparkan betapa melimpahnya potensi musikal yang tersebar di pulau-pulau Bumi Flobamora. 

Keanekaragaman nada dan tradisi musik dari Manggarai hingga Alor, serta Flores hingga Sumba, Rote, Sabu, dan Timor merupakan kekayaan kolektif yang patut dijaga. 

Oleh karena itu, kehadiran PAPPRI NTT diharapkan menjadi wadah besar yang menaungi serta mendukung seluruh insan musik daerah agar makin profesional.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya perlindungan hak cipta dan royalti yang layak bagi para pencipta karya lokal, serta perluasan ruang promosi seni di destinasi wisata dan ruang publik.

“Saya ingin musik dan budaya lokal hadir di setiap destinasi wisata, festival, dan ruang publik. Sebab, ketika seniman berkembang, ekonomi kreatif bergerak dan identitas NTT semakin dikenal dunia. Mari terus berkarya. Dari NTT, untuk Indonesia dan dunia!” tegas Gubernur Melki di akhir pengarahannya. (agn)