Di hadapan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan rombongan, Irene menceritakan kehidupannya bersama keluarga. Sehari-hari, ia bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya sudah tinggal di sini sejak Februari 2006. Kami ada 11 orang keluarga ditambah saudara saya,” kata Irene.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Anak-anaknya pun mendapatkan dukungan pendidikan melalui program beasiswa, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Terima kasih banyak. Hanya Tuhan yang membalas kebaikan Bapak dan Ibu semua,” ungkap Irene.

Irene juga berharap agar bantuan serupa dapat dirasakan oleh warga lain yang membutuhkan.

“Saya berharap selain saya, orang lain juga bisa mendapatkan bantuan yang sama,” katanya.

Selain Irene Da Costa, penerima bantuan rumah layak huni lainnya adalah Faustino D. A. Santos. Ia turut menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTT.

“Terima kasih sudah memberikan bantuan untuk kami. Kami doakan agar Bapak Ibu sehat selalu,” ujar Faustino.

Berkat bantuan rumah ini, momentum menyambut HUT ke-68 Provinsi NTT pun menjadi lebih bermakna. Kegiatan tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain Irene dan Faustino, berikut nama penerima manfaat rumah layak huni Kabupaten Kupang: Yoson Titus Lae, Natalino Dias Marques, dan Filipe Ximenes.

Sementara itu, penerima manfaat rumah layak huni di Kota Kupang adalah, Margaretha Kay Illu, Martina Weni, Marselinus Asa, Yakob Laba, dan Alexander Eli Da Silva. (*)