Kupang, KN – Rute ketiga Tour de EnTeTe 2026 etape Pulau Timor, yang berlangsung dari Oebelo ke Pantai Lasiana, Jumat 6 November 2026, menghadirkan makna mendalam bagi Irene Da Costa dan Faustino D. A. Santos.

Kedua warga Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang itu terpilih menjadi penerima bantuan rumah layak huni dari pemerintah Provinsi NTT.

Di gubuk tua berdinding bambu yang sudah usang itu, Irene dan Faustino tinggal bersama belasan anggota keluarga. Gubuk yang ditinggali jauh dari kata layak. Namun mereka tetap bertahan demi menyambung hidup dan merajut asa untuk menggapai cita-cita.

Berkat kesabaran dan mimpi yang terus menyala, perjuangan Irene dan Faustino mendapatkan rumah yang jauh lebih layak akhirnya terwujud, saat dikunjungi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dan jajaran.

Gubernur Melki tidak datang sendiri. Orang nomor satu di Provinsi NTT itu datang bersama Pangdam Sobe Sonbay, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Sekda NTT Fransiskus Sales Sodo, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, serta pimpinan lembaga vertikal dan OPD lingkup Pemprov NTT. Mereka mampir ke gubuk Irene Da Costa dan Faustino D. A. Santos, untuk bertemu dan berdialog langsung, di sela-sela kegiatan Tour de EnTeTe 2026.

Gubernur Melki mengatakan, program bantuan rumah layak huni tersebut, merupakan bagian dari upaya pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pembangunan rumah tersebut akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita akan bantu, biar benahi mama punya rumah jadi lebih baik lagi. Nanti PUPR yang kerja. Ini dalam rangka hari ulang tahun ke-68 NTT,” ujar Melki, ketika berdialog dengan Irene Da Costa.

Gubernur Melki juga meminta kepada Kadis PUPR NTT, untuk mempercepat proses pendataan administrasi agar rumah segera dibangun. “Pak Kadis, urus agar administrasinya dipercepat,” katanya.

Di hadapan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan rombongan, Irene menceritakan kehidupannya bersama keluarga. Sehari-hari, ia bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Saya sudah tinggal di sini sejak Februari 2006. Kami ada 11 orang keluarga ditambah saudara saya,” kata Irene.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Anak-anaknya pun mendapatkan dukungan pendidikan melalui program beasiswa, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Terima kasih banyak. Hanya Tuhan yang membalas kebaikan Bapak dan Ibu semua,” ungkap Irene.

Irene juga berharap agar bantuan serupa dapat dirasakan oleh warga lain yang membutuhkan.

“Saya berharap selain saya, orang lain juga bisa mendapatkan bantuan yang sama,” katanya.

Selain Irene Da Costa, penerima bantuan rumah layak huni lainnya adalah Faustino D. A. Santos. Ia turut menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTT.

“Terima kasih sudah memberikan bantuan untuk kami. Kami doakan agar Bapak Ibu sehat selalu,” ujar Faustino.

Berkat bantuan rumah ini, momentum menyambut HUT ke-68 Provinsi NTT pun menjadi lebih bermakna. Kegiatan tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain Irene dan Faustino, berikut nama penerima manfaat rumah layak huni Kabupaten Kupang: Yoson Titus Lae, Natalino Dias Marques, dan Filipe Ximenes.

Sementara itu, penerima manfaat rumah layak huni di Kota Kupang adalah, Margaretha Kay Illu, Martina Weni, Marselinus Asa, Yakob Laba, dan Alexander Eli Da Silva. (*)