“Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah asal, serta bangsa Indonesia,” tambahnya.

Pencapaian Fridolin juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Teknik Elektro UNRIYO dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang mendorong pengembangan kompetensi, karakter, dan daya saing lulusan.

Melalui proses pembelajaran dan pendampingan akademik, program studi terus berupaya mempersiapkan mahasiswa agar memiliki bekal keilmuan, kemampuan profesional, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027, UNRIYO secara keseluruhan meluluskan sebanyak 455 wisudawan, dengan 136 lulusan di antaranya berhasil meraih predikat cumlaude.

Capaian ini menjadi salah satu gambaran komitmen UNRIYO dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa dan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Dengan mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, UNRIYO terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang terbuka, inklusif, dan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi serta meraih masa depan melalui pendidikan tinggi.

Kisah Fridolin menjadi inspirasi bahwa asal daerah bukanlah batas untuk bermimpi dan berprestasi. Dari Sumba Timur, ia membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan pendidikan yang tepat, setiap anak bangsa memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh dan memberikan kontribusi bagi Indonesia. (Humas UNRIYO)