Selain mengejar prestasi, Julie menegaskan bahwa dirinya menerima tanggung jawab sebagai Ketua Umum Perkemi NTT karena melihat peran penting kempo dalam membentuk karakter generasi muda.
Meski mengaku tidak memiliki latar belakang olahraga bela diri, ia menilai kempo bukan sekadar olahraga untuk meraih kemenangan, melainkan sarana membangun kedisiplinan, karakter, dan mental anak-anak sejak dini.
Julie menyebut anggota kempo atau kenshi di NTT berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak taman kanak-kanak (TK), siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), mahasiswa, hingga kalangan pekerja. Ia menyebut jumlah kenshi di NTT mencapai sekitar 23.000 orang.
Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang atlet perempuan yang meraih medali emas dalam kejuaraan di Bali. Penampilan atlet tersebut membuat Julie terkesan, tetapi alasan sang atlet memilih kempo justru semakin meyakinkannya bahwa keputusan memimpin organisasi itu tepat.
“Saya tanya, kenapa memilih kempo? Dia menjawab bahwa kempo sangat disiplin dan bisa membentuk karakter dirinya. Jawaban itu membuat hati saya semakin kuat bahwa saya tidak salah memilih cabang olahraga ini,” ungkapnya.
Ke depan, pengembangan sumber daya manusia melalui olahraga merupakan salah satu hal yang perlu terus diperjuangkan di NTT. Kekuatan daerah tidak hanya terletak pada kekayaan alam dan sektor pertanian, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mampu berprestasi. (*)






Tinggalkan Balasan