“Potensi panas bumi di Flores sangat besar dan pemanfaatannya tidak hanya terbatas pada pembangkitan energi listrik. Melalui pengembangan geowisata Mataloko, kami ingin menghadirkan manfaat lain yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui kegiatan pariwisata, edukasi, maupun peluang ekonomi bagi warga sekitar. Kami juga terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan kawasan ini dapat dikelola secara berkelanjutan,” ujar RDW Manurung.
RDW menambahkan bahwa PLN berkomitmen untuk terus menjalankan pengembangan PLTP Mataloko secara bertanggung jawab, termasuk menindaklanjuti rekomendasi Satgas Geotermal Pemerintah Provinsi NTT serta memastikan setiap tahapan pembangunan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan sosial.
“Harapan kami, kehadiran geowisata ini nantinya tidak hanya menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Ngada, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai energi panas bumi sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya generasi muda dan Pokdarwis Desa Adat Wogo, kami optimistis manfaat pengembangan panas bumi dapat terus dirasakan secara berkelanjutan,” tutupnya. (hmspln)






Tinggalkan Balasan