Tokoh muda Kampung Wogo, Hans Bhagi, menyambut positif pengembangan kawasan geowisata Mataloko. Menurutnya, kehadiran geowisata tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi wisata Desa Wogo sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami senang dengan adanya pembangunan geowisata ini dan berharap programnya dapat berjalan sukses. Kehadiran geowisata tentu menjadi potensi baru bagi Desa Wogo. Harapan kami, anak-anak muda di sini nantinya bisa ikut terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan wisata yang dikembangkan,” ujar Hans.
Hans juga mengapresiasi dukungan PLN melalui program PLN Peduli, mulai dari pembentukan Pokdarwis, pembangunan dan perbaikan sejumlah fasilitas, hingga pelatihan bagi masyarakat untuk mendukung pengembangan kawasan wisata tersebut.

“Kami berterima kasih kepada PLN atas berbagai dukungan yang sudah diberikan, baik pembangunan fasilitas maupun pelatihan untuk masyarakat. Apalagi sekarang sudah ada Pokdarwis yang dibentuk. Kami berharap hubungan baik dan kerja sama ini terus berlanjut agar geowisata Mataloko nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wogo,” tambahnya.

Sementara itu, sejalan dengan pengembangan kawasan geowisata, PLN UIP Nusra juga terus mempersiapkan tahapan pengeboran (drilling) PLTP Mataloko FTP-2 berkapasitas 2×10 Megawatt (MW). Setelah menuntaskan pembangunan infrastruktur persiapan yang meliputi empat wellpad, jalan akses sepanjang kurang lebih delapan kilometer, dan laydown area, PLN saat ini tengah menyelesaikan kajian Environmental and Social Impact Assessment (ESIA), khususnya terkait rencana pengambilan dan pemanfaatan air untuk kebutuhan pengeboran. Penyelesaian kajian tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan pengeboran memperhatikan aspek teknis, lingkungan, dan sosial sesuai standar yang dipersyaratkan.

General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, menyampaikan bahwa pengembangan geowisata Mataloko merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas dari potensi panas bumi di Flores. Menurutnya, pengembangan energi panas bumi perlu berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.