Felipina berharap, apabila memungkinkan sesuai ketentuan dan mekanisme program BNI, dukungan dapat diarahkan pada kesiapan lahan, peralatan pengolahan tanah, sarana penanaman, serta penguatan edukasi kewirausahaan dan literasi keuangan.

Felipina menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari jumlah rekening yang dibuka, besarnya bantuan yang diberikan, atau banyaknya kegiatan yang diselenggarakan.

Menurut dia, keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika siswa mampu mengubah pengetahuan menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter, dan karakter menjadi bekal untuk memperbaiki masa depan.

Karena itu, ia mengajak para siswa memanfaatkan program BNI Sahabat Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya, termasuk memahami cara mengelola uang, menggunakan layanan perbankan secara bijak, dan menjaga keamanan informasi rekening.

Ia juga mengingatkan siswa penerima bantuan pendidikan dan apresiasi agar menjadikan dukungan tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar, bukan alasan untuk merasa lebih unggul daripada teman-teman lainnya.

Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Felipina mengajak seluruh unsur sekolah untuk terus menjadi teladan dalam kedisiplinan, integritas, pengelolaan sumber daya, dan semangat melayani.
Melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat, BNI dan SRT 1 Kabupaten Kupang diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan sektor perbankan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan saat ini, tetapi juga membekali generasi muda dengan keterampilan mengelola keuangan, keberanian berwirausaha, serta kemandirian dalam mengambil keputusan.

Dengan demikian, dukungan yang diberikan dalam rangka HUT ke-80 BNI dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas kesempatan pendidikan dan mempersiapkan generasi muda yang cerdas, mandiri, berkarakter, serta mampu bersaing pada masa mendatang. (*)