Kupang, KN – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan literasi keuangan bagi generasi muda melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat.

Dalam kegiatan yang digelar di Aula Serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kupang, Rabu (14/10/2026), BNI memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi, bantuan bagi siswa angkatan pertama, serta dukungan kepada guru dan tenaga kependidikan.

Program yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 BNI tahun 2026 ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang pendidikan, sekaligus meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pengelolaan keuangan sejak dini.

BNI Regional Area Head Nusa Tenggara Timur, Sapta Parestu Rohi, S.P., M.M., hadir bersama Tim Leader Bisnis Area Nusa Tenggara Timur, Emanuel Paulus Nanga, dan Pimpinan BNI Kantor Cabang Kupang Timur, Maria Ningtyas.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala SRT 1 Kabupaten Kupang, Felipina Agustina Kale, S.Pd., M.Pd., para guru, tenaga kependidikan, siswa-siswi, serta kadet dan pendamping dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian di sekolah tersebut.

Dalam kegiatan itu, BNI memberikan apresiasi berupa uang tunai masing-masing Rp 2 juta kepada tiga siswa-siswi berprestasi. Dana tersebut akan dikreditkan langsung ke rekening penerima.

Selain itu, sebanyak 100 siswa angkatan pertama SRT 1 Kabupaten Kupang masing-masing menerima Rp 80 ribu yang juga akan dikreditkan ke rekening yang telah dibuka. BNI turut memberikan dukungan kepada 40 guru dan tenaga kependidikan dengan nilai masing-masing Rp 500 ribu.

Pemberian apresiasi tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian BNI terhadap ekosistem pendidikan, tidak hanya bagi siswa sebagai penerima manfaat utama, tetapi juga bagi para pendidik yang berperan penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.

Dalam sambutannya, Sapta Parestu Rohi menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka kesempatan bagi setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Ia mengutip pernyataan yang dikaitkan dengan tokoh pengusaha Indonesia, Ir. Ciputra, mengenai pentingnya pendidikan dalam kehidupan seseorang.

“Seseorang yang miskin dapat duduk dengan orang terhormat bila ia pintar dan berpendidikan,” demikian kutipan yang disampaikan Sapta dalam sambutannya.

Menurut dia, Sekolah Rakyat merupakan salah satu wadah yang disediakan pemerintah untuk membantu anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Sapta menegaskan, keberhasilan bukanlah sesuatu yang dibatasi oleh kuota. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih kesuksesan melalui pendidikan, kerja keras, serta kemauan untuk terus belajar.

Karena itu, BNI berkomitmen mendukung program-program unggulan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat, pihaknya berharap kehadiran sektor perbankan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan pendidikan, termasuk melalui pengenalan layanan perbankan dan pembentukan kebiasaan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

Sapta juga berharap sinergi antara BNI dan Sekolah Rakyat dapat terus terjalin erat sehingga dukungan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi siswa dan tenaga pendidik.

Sementara itu, Kepala SRT 1 Kabupaten Kupang, Felipina Agustina Kale, menyampaikan apresiasi kepada BNI yang telah mengambil bagian dalam mendukung perjalanan pendidikan di sekolah tersebut.

Menurut Felipina, hubungan antara BNI dan Sekolah Rakyat bukanlah kemitraan yang baru terjalin melalui kegiatan peringatan HUT ke-80 BNI. Selama ini, BNI telah mendukung berbagai kebutuhan operasional sekolah melalui layanan perbankan.

Dukungan tersebut antara lain mencakup layanan penggajian kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, fasilitas kartu untuk menunjang pembelanjaan operasional sekolah, serta berbagai layanan transaksi perbankan, termasuk aplikasi wondr by BNI.

Felipina mengatakan, keberadaan layanan perbankan tersebut turut membantu memperlancar kebutuhan administrasi dan transaksi di lingkungan sekolah.

Namun, menurut dia, manfaat kemitraan dengan lembaga perbankan tidak hanya berkaitan dengan kemudahan transaksi. Kerja sama tersebut juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan literasi keuangan kepada siswa sejak usia sekolah.

Ia menjelaskan, pendidikan tidak cukup hanya membekali anak dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Anak-anak juga perlu memiliki kecakapan hidup, termasuk kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, serta mengambil keputusan keuangan secara bijaksana.

“Literasi keuangan bukan semata-mata tentang berapa banyak uang yang dimiliki seseorang, melainkan tentang bagaimana seseorang memahami, mengelola, dan menggunakan uang secara bertanggung jawab,” demikian penekanan dalam sambutan Felipina.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Sekolah Rakyat yang sebelumnya bernama SRMP 19 Kupang mengembangkan program GEMBIRA atau Gerakan Edukasi Menabung Bersama pada tahun ajaran 2025/2026.

Program ini melibatkan siswa dan orang tua melalui edukasi keuangan sederhana yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Tujuannya, kebiasaan menabung tidak hanya dipraktikkan di sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi budaya dalam keluarga.

Melalui program GEMBIRA, sebanyak 100 siswa angkatan pertama berhasil membuka rekening atas nama masing-masing di BNI.

Menariknya, upaya membangun kebiasaan menabung tersebut juga dikaitkan dengan kegiatan kewirausahaan. Para siswa belajar menghasilkan uang melalui kegiatan menanam dan mengelola sayuran di lahan terbuka pada masa sekolah rintisan.

Dari kegiatan itu, siswa tidak hanya belajar mengenai proses bercocok tanam, tetapi juga memahami bahwa uang dapat diperoleh melalui usaha dan perlu dikelola secara bijaksana.

Pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran praktis agar siswa mampu menghubungkan pengetahuan di kelas dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mengelola hasil usaha dan menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung.

Meski telah mengembangkan program literasi keuangan dan kewirausahaan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemanfaatan lahan produktif di lokasi permanen sekolah.

Felipina menjelaskan, kondisi tanah yang keras, minimnya pohon pelindung, serta keterbatasan peralatan pengolahan tanah menjadi kendala dalam mengembangkan kegiatan pertanian bagi siswa.

Akibatnya, program GEMBIRA untuk angkatan kedua yang berjumlah 266 siswa belum dapat direalisasikan secara utuh melalui kegiatan kewirausahaan menanam sayuran seperti yang dilakukan angkatan pertama.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pihak sekolah berharap kemitraan dengan BNI dapat dikembangkan melalui dukungan terhadap Green Garden Project atau Gerakan Taman Hijau.

Program tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran terpadu yang menghubungkan pendidikan lingkungan, kewirausahaan, literasi keuangan, pembentukan karakter, dan kemandirian pangan.

Melalui kegiatan itu, siswa diharapkan dapat belajar mengolah tanah, menanam, merawat tanaman, memanen hasil, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, mencatat pendapatan, hingga menyisihkan keuntungan untuk ditabung.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan berkebun tidak hanya menjadi aktivitas tambahan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran lintas mata pelajaran.

Siswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan untuk memahami pertumbuhan tanaman, menggunakan matematika untuk menghitung biaya dan hasil produksi, serta mempraktikkan kewirausahaan dan pengelolaan keuangan melalui hasil penjualan.

Sekolah berharap dukungan terhadap program tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa angkatan berikutnya.

Harapan itu juga sejalan dengan kehadiran 15 kadet Universitas Pertahanan Republik Indonesia yang sedang melaksanakan kegiatan di sekolah tersebut hingga 24 Oktober 2026. Kehadiran para kadet diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam menumbuhkan kedisiplinan, semangat pengabdian, dan kegiatan produktif bersama siswa.

Felipina berharap, apabila memungkinkan sesuai ketentuan dan mekanisme program BNI, dukungan dapat diarahkan pada kesiapan lahan, peralatan pengolahan tanah, sarana penanaman, serta penguatan edukasi kewirausahaan dan literasi keuangan.

Felipina menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari jumlah rekening yang dibuka, besarnya bantuan yang diberikan, atau banyaknya kegiatan yang diselenggarakan.

Menurut dia, keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika siswa mampu mengubah pengetahuan menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter, dan karakter menjadi bekal untuk memperbaiki masa depan.

Karena itu, ia mengajak para siswa memanfaatkan program BNI Sahabat Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya, termasuk memahami cara mengelola uang, menggunakan layanan perbankan secara bijak, dan menjaga keamanan informasi rekening.

Ia juga mengingatkan siswa penerima bantuan pendidikan dan apresiasi agar menjadikan dukungan tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar, bukan alasan untuk merasa lebih unggul daripada teman-teman lainnya.

Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Felipina mengajak seluruh unsur sekolah untuk terus menjadi teladan dalam kedisiplinan, integritas, pengelolaan sumber daya, dan semangat melayani.
Melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat, BNI dan SRT 1 Kabupaten Kupang diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan sektor perbankan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan saat ini, tetapi juga membekali generasi muda dengan keterampilan mengelola keuangan, keberanian berwirausaha, serta kemandirian dalam mengambil keputusan.

Dengan demikian, dukungan yang diberikan dalam rangka HUT ke-80 BNI dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas kesempatan pendidikan dan mempersiapkan generasi muda yang cerdas, mandiri, berkarakter, serta mampu bersaing pada masa mendatang. (*)