Setelah kapal tiba, Pertamina langsung mempercepat normalisasi penyaluran. Bahkan, distribusi tetap dioptimalkan pada Minggu, yang biasanya menjadi hari libur operasional depot, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pada Senin, penyaluran Pertalite di Kota Kupang dimaksimalkan hingga sekitar 312.000 liter yang didistribusikan ke sekitar 15 SPBU, mulai dari wilayah Oebufu hingga Oesapa.

Pertamina juga menyebut kuota BBM di wilayah NTT secara umum tidak mengalami kendala. Untuk produk Pertalite di wilayah DWP 4, tercatat penambahan sekitar 1,57 persen tanpa pengurangan kuota.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, Pertamina meningkatkan estimasi pasokan harian BBM bagi Kota Kupang.

“Jika rata-rata penyaluran normal berada pada kisaran 200 kiloliter atau 200.000 liter per hari, pasokan ditingkatkan menjadi sekitar 300 kiloliter atau 300.000 liter per hari,” jelasnya.

Pertamina menyatakan stok di terminal BBM bersifat dinamis. Karena itu, pemantauan persediaan dan koordinasi dengan kapal pengangkut berikutnya terus dilakukan agar distribusi ke berbagai daerah tetap terjaga.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan. Pembelian diharapkan disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak menambah antrean dan mengganggu kelancaran pelayanan di SPBU. (*)