Menurut Melki, kawasan perbatasan sudah sepatutnya difungsikan sebagai gerbang peluang ekonomi, bukan sekadar garis pembatas wilayah.
Selain mendiskusikan agenda ekonomi, pada hari yang sama Melki turut menerima audiensi dari Pastor Paroki St. Yoseph Naikoten, Romo John Rusae, bersama Ketua Panitia Pembangunan Gereja St. Yoseph Naikoten, Yovita Mitak.
Pertemuan tersebut membahas perbaikan dan pembaruan fisik gedung gereja yang telah berdiri sejak tahun 1975, khususnya pada struktur tiang-tiang penyangga utama yang memerlukan penanganan serius.
Melki menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh proses rehabilitasi rumah ibadah bersejarah tersebut melalui skema gotong royong.
“Saya mendukung upaya ini. Kita akan menggalang dukungan para donatur dan mengajak ASN Pemprov NTT yang merupakan umat Paroki St. Yoseph Naikoten untuk ikut bergotong royong. Saya ingin gereja ini bukan hanya menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman, tetapi juga menjadi bagian dari wajah Kota Kupang,“ ungkapnya.
Seluruh rangkaian audiensi ini menegaskan semangat kerja bersama dalam membangun NTT, baik melalui penguatan sektor ekonomi perbatasan maupun pembenahan sarana keagamaan dan sosial. (agn)






Tinggalkan Balasan