KUPANG, KN — Roda organisasi Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) resmi bergulir untuk kepengurusan periode 2025–2030. 

Ketua Umum DPP FKPTT, Eurico Guterres, melantik sebanyak 43 orang pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FKPTT dalam sebuah perhelatan khidmat yang digelar di Gedung Graha Poltekkes Liliba,Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (20/10/2026).

Suasana di dalam aula Graha Poltekkes Liliba terasa megah, patriotik, dan syarat akan nilai kebersamaan. 

Ratusan anggota serta pejuang eks Timor Timur yang mengenakan seragam kebanggaan berupa kemeja krem berpet merah serta pakaian khas organisasi memadati tempat duduk. 

Panggung utama dihiasi bendera pataka FKPTT dan layar LED berukuran besar yang menampilkan prosesi penyerahan bendera organisasi dari Eurico Guterres—yang tampil gagah dalam balutan jas putih dan topi merah—kepada jajaran pengurus baru. 

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta untuk mengenang pahlawan yang dipimpin langsung oleh Eurico Guterres, disusul pemukulan dada saat mengumandangkan Mars FKPTT.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Sony Zet Libing, yang mewakili Gubernur NTT, serta jajaran TNI-Polri dan tokoh masyarakat.

Dalam pidato pengarahannya usai mengukuhkan 43 pengurus berdasarkan Surat Keputusan yang dibacakan Sekretaris Panitia Florent G. A., Eurico Guterres menegaskan pentingnya evaluasi total terhadap perjalanan perjuangan organisasi dan pemenuhan hak-hak dasar warga eks Timor Timur yang tetap setia membela kedaulatan NKRI.

“Selama 27 tahun itu kami diam, tapi besok tidak,” tegas Ketua Umum FKPTT Eurico Guterres di hadapan ratusan pengurus dan tamu undangan.

Eurico menilai bahwa persoalan pengakuan, martabat, serta kesejahteraan bagi warga eks Timor Timur tidak boleh diabaikan begitu saja oleh pemerintah di tengah berbagai agenda nasional. 

Di samping itu, pengurus FKPTT Felisberto Amaral mengungkapkan bahwa upaya rekonsiliasi antara pihak-pihak terkait di Indonesia dan Timor-Leste masih terus diupayakan melalui pencarian skema serta mekanisme yang tepat, termasuk melalui pertemuan intensif antara Eurico Guterres dan Presiden Timor-Leste. (agn)