KUPANG, KN — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka gelaran perayaan kreativitas mahasiswa bertajuk Pontuak Festival Undana 2026 di arena kampus Universitas Nusa Cendana (Undana), Kota Kupang, pada Kamis malam (05/11/2026).
Festival kebanggaan mahasiswa Flobamora yang mengusung semangat kolaborasi lintas disiplin ini dijadwalkan berlangsung meriah dari tanggal 5 hingga 7 November 2026, dengan menghadirkan beragam panggung ekspresi mulai dari pertunjukan seni budaya, ajang olahraga, ekshibisi inovasi, kewirausahaan, hingga pameran produk UMKM lokal.
Suasana di lokasi festival outdoor malam itu terasa sangat megah, bergairah, dan kental dengan estetika budaya NTT.
Panggung utama bernuansa hijau keemasan dibingkai konstruksi rigging lampu yang megah serta layar LED besar bertuliskan font ikonik “PONTUAK FESTIVAL” berlatar gambar pohon lontar.
Di hadapan panggung, ribuan mahasiswa dan tamu undangan memadati arena dengan antusiasme tinggi.
Sejumlah pemuda tampak anggun mengenakan pakaian adat tradisional daerah berhiaskan tenun ikat dan mahkota khas NTT.
Gubernur Melki Laka Lena yang tampil elegan berbusana kemeja batik tenun bermotif cokelat emas menyampaikan pidato pencerahan dari atas mimbar transparan.
Acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan plakat penghargaan di atas panggung serta penyerahan piagam apresiasi kepada para tokoh senior dan seniman daerah, yang disambut sorak riang serta tepuk tangan gemuruh dari seluruh warga kampus.
Dalam pengarahannya, Gubernur Melki Laka Lena menggarisbawahi reorientasi peran perguruan tinggi di era modern agar tidak sekadar berfokus pada kejar-mengejar nilai akademik atau gelar ijazah semata.
“Kampus bukan hanya tempat mengejar gelar. Di sana, ide harus tumbuh, kreativitas dikembangkan, inovasi dilahirkan, dan karya mulai memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Gubernur Melki Laka Lena di podium utama.
Secara khusus, Gubernur Melki mengangkat filosofi kearifan lokal pohon tuak (pohon lontar) sebagai batu pijakan moral dan inspirasi hidup bagi generasi muda.
Filosofi tersebut memuat tiga pilar utama: akar yang kuat mewakili ilmu pengetahuan, budaya, integritas, dan karakter; batang yang teguh melambangkan semangat, kedisiplinan, serta daya juang; serta buah yang bermanfaat yang merepresentasikan lahirnya karya nyata, inovasi, dan solusi bagi persoalan rakyat.
Semangat ini dinilai sangat selaras dengan pilar Dasa Cita ke-10 Pemprov NTT, yakni Ayo Bangun NTT melalui Kolaborasi Bersama.
Pemerintah daerah, dunia akademisi, mahasiswa, alumni, dan pelaku usaha diimbau untuk terus berjalan beriringan agar produk UMKM serta kreativitas generasi muda mendapat ruang tumbuh yang optimal.
“Mahasiswa Undana dan anak muda NTT, jangan takut mencoba! Mulailah dari ide sederhana, kembangkan kemampuan, berani berkolaborasi, dan ciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi daerah,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena menyemangati ribuan mahasiswa yang hadir. (agn)






Tinggalkan Balasan