“Saya minta para peserta dan rombongan pemerintah provinsi membeli produk lokal, buah-buahan, serta hasil usaha masyarakat di wilayah yang mereka kunjungi,” ungkapnya.
Melki juga menginstruksikan agar sebagian anggota rombongan yang mengikuti kegiatan menginap di rumah warga, bukan seluruhnya di hotel. Biaya menginap dibayarkan secara layak sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut memungkinkan uang yang dibawa rombongan pemerintah berputar langsung di tengah masyarakat.
“Kalau ketemu ada UMKM, saya bilang belanja. Saya berharap kegiatan Tour de NTT memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah, sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung,” ucapnya.
Tour de NTT 2026 dirancang berlangsung secara bertahap di sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Timor, Sumba, Flores, Sabu, Rote, Lembata, hingga Alor.
Selain jalan kaki, rangkaian kegiatan juga mencakup jalan sehat dan lomba lari 10 kilometer atau 10K. Pemerintah turut merencanakan pameran pembangunan untuk memperkenalkan potensi daerah dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. (*)






Tinggalkan Balasan