Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena resmi membuka Tour de NTT 2026 Etape I Daratan Timor di Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi strategi pemerintah untuk menggerakkan ekonomi lokal, mempromosikan pariwisata, dan memperkuat pemerataan pembangunan di NTT.
Melki mengatakan, Tour de NTT merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT. Pemerintah ingin agar perayaan tersebut tidak hanya terpusat di Kota Kupang, tetapi juga dirasakan masyarakat di berbagai kabupaten.
“Saya kadang-kadang kalau lihat HUT NTT, cuma ramai di Kota Kupang. Saya bilang, ngapain Kota Kupang banyak bikin acara kalau orang tidak merasakan gaungnya HUT NTT,” kata Melki dalam sambutannya saat melepas peserta Tour de NTT Etape I.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat di berbagai wilayah akan membuat perayaan HUT NTT lebih bermakna karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Tour de NTT Etape I Daratan Timor dimulai dari Kabupaten Malaka dengan rute sejauh 15 kilometer menuju Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, ASN, pelajar, komunitas olahraga, dan masyarakat.
“Tour de NTT tidak dirancang sebatas kegiatan jalan kaki. Pemerintah ingin memanfaatkan perjalanan tersebut untuk melihat langsung kondisi daerah, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta mendorong tindak lanjut terhadap berbagai persoalan pembangunan,” tegas Melki.
Ia meminta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi NTT memperhatikan kondisi infrastruktur dan kebutuhan pelayanan publik di sepanjang rute perjalanan.
Salah satu dampak yang ingin dicapai melalui Tour de NTT, adalah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gubernur juga meminta OPD terkait, termasuk bidang pendidikan dan lingkungan hidup, mencermati kebutuhan masyarakat yang ditemukan selama kegiatan berlangsung.
“Saya minta para peserta dan rombongan pemerintah provinsi membeli produk lokal, buah-buahan, serta hasil usaha masyarakat di wilayah yang mereka kunjungi,” ungkapnya.
Melki juga menginstruksikan agar sebagian anggota rombongan yang mengikuti kegiatan menginap di rumah warga, bukan seluruhnya di hotel. Biaya menginap dibayarkan secara layak sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut memungkinkan uang yang dibawa rombongan pemerintah berputar langsung di tengah masyarakat.
“Kalau ketemu ada UMKM, saya bilang belanja. Saya berharap kegiatan Tour de NTT memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah, sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung,” ucapnya.
Tour de NTT 2026 dirancang berlangsung secara bertahap di sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Timor, Sumba, Flores, Sabu, Rote, Lembata, hingga Alor.
Selain jalan kaki, rangkaian kegiatan juga mencakup jalan sehat dan lomba lari 10 kilometer atau 10K. Pemerintah turut merencanakan pameran pembangunan untuk memperkenalkan potensi daerah dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. (*)






Tinggalkan Balasan