“Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah berkontribusi melalui bantuan mangrove ini. Program ini membantu menjaga lingkungan sekaligus berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat karena wisatawan dapat tertarik untuk datang dan menikmati keindahan desa. Secara tidak langsung, program ini juga menjawab aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” kata Husen.

Ia berharap kolaborasi antara PLN, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, keberadaan mangrove yang terawat diharapkan menjadi aset lingkungan yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Semangat gotong royong juga terlihat dalam pembangunan jalur tapak sepanjang sekitar 160 meter. Anwar, salah seorang warga Padak Guar, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dikerjakan bersama masyarakat dengan menyesuaikan waktu luang masing-masing.

“Alhamdulillah, dengan bantuan PLN kita bisa menghidupkan mangrove sekaligus mengembangkan tempat wisata. Pengerjaan ini dilakukan secara gotong royong. Warga yang memiliki waktu luang datang untuk membantu, dan sekarang jalur sepanjang sekitar 160 meter ini sudah selesai,” ungkap Anwar.

Kepala Dusun Purwakarya, Riyan Pebriansyah, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan mangrove berangkat dari kebutuhan untuk memulihkan ekosistem yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat penebangan pohon untuk kayu bakar. Hingga saat ini, sekitar 5.000 bibit mangrove telah ditanam dengan jangkauan kawasan mencapai kurang lebih 720 meter.

“Bagi kami, mangrove penting untuk membantu menahan abrasi dan memiliki kemampuan menyerap karbon. Karena itu, kami bersama kelompok sadar wisata, pemerintah desa, dan warga berupaya menjaga serta mengembangkan kawasan ini. Kami juga telah membentuk pengurus untuk pemeliharaan dan merencanakan pembibitan agar dapat mengganti bibit yang mati,” jelas Riyan.

Ia menambahkan, kawasan mangrove berpotensi meningkatkan perekonomian warga karena dapat menarik wisatawan, termasuk membuka peluang bagi masyarakat yang berjualan di sekitar lokasi. Ke depan, pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).