Kupang, KN – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meminta kepala sekolah mengutamakan pelayanan daripada jabatan. Kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong perubahan positif di lingkungan pendidikan.

Pesan itu disampaikan Johni saat menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahap I Tahun 2026 di NTT, Minggu (11/10/2026). Menurutnya, kepala sekolah tidak boleh hanya berfokus pada urusan administrasi, tetapi harus menjadi penggerak transformasi pendidikan.

Johni menegaskan pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan NTT. Karena itu, kepala sekolah harus memiliki integritas, karakter, keberanian, kepedulian, serta kemampuan berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menekankan pentingnya servant leadership atau kepemimpinan yang melayani. Menurutnya, jabatan harus menjadi sarana untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan sekadar status atau kedudukan.

“Orientasi seorang pemimpin harus melayani dan memberi. Kalau orientasinya melayani, pekerjaan akan menjadi sesuatu yang menyenangkan karena kita hadir untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Johni.

Johni mengatakan kepala sekolah harus mampu membangun budaya sekolah yang positif, mendorong inovasi, mendengarkan masukan, serta membangun komunikasi yang efektif. Kepala sekolah juga bertanggung jawab memastikan guru dan siswa dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.

Ia meminta para calon kepala sekolah menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama diklat ketika nantinya dipercaya memimpin satuan pendidikan.

Dalam diklat tersebut, dari 159 peserta yang diundang, sebanyak 157 orang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mendapat pembekalan kompetensi manajerial, kepribadian, sosial, supervisi akademik, praktik melalui kunjungan ke sekolah mentor, hingga penyusunan proyek kepemimpinan transformatif.

Johni berharap para peserta mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan nyata bagi sekolah dan meningkatkan kualitas pembelajaran.