Kupang, KN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan antrean panjang dan kelangkaan Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Timor segera teratasi. Tambahan pasokan 248 ribu liter BBM dijadwalkan disalurkan ke 15 SPBU di Kota Kupang, pada Senin (12/10/2026).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTT, Viktor Manek, mengatakan gangguan pasokan terjadi akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM dari unit kilang di Balikpapan. Kapal yang biasanya tiba sesuai jadwal pada Jumat baru tiba di Depot Tenau pada Sabtu.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina. Karena keterlambatan dari unit kilang di Balikpapan, pasokan yang biasanya tiba Jumat baru masuk Sabtu,” kata Viktor, Senin (12/10/2026) pagi.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama Pertamina kemudian mengupayakan pelayanan distribusi pada Minggu (11/10). BBM telah disalurkan ke Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Timor Tengah Utara (TTU).
Viktor menyebut tambahan 248 ribu liter BBM pada Senin ditujukan untuk memenuhi kebutuhan 15 SPBU di Kota Kupang. Sementara itu, pasokan ke TTU dialihkan dari Kupang untuk mengatasi keterlambatan distribusi dari depot yang biasanya melayani wilayah tersebut.
Antrean kendaraan sebelumnya terjadi di sejumlah titik, antara lain Kota Kupang, Takari, Noelbaki, Naibonat, dan Soe. Pemerintah berharap penambahan pasokan dapat mengurai antrean dan memulihkan pelayanan di SPBU.
Sales Manager Pertamina NTT, Muhammad Ali, mengatakan keterlambatan kapal membuat Pertamina harus menyesuaikan jadwal distribusi.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota agar penyaluran BBM tetap berjalan, termasuk pada hari Minggu.
Ali menjelaskan, distribusi ke TTU juga dibantu melalui skema alih suplai dari Kupang. Pertamina turut menyiagakan mobil tangki tambahan untuk membantu wilayah yang mengalami peningkatan permintaan dan berjarak jauh dari depot.
Dia memastikan stok BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, masih tersedia. Namun, pengiriman ke SPBU membutuhkan waktu karena mobil tangki harus menempuh perjalanan dan menjalani proses pembongkaran sebelum BBM dapat dijual kepada masyarakat.
“Stok kami pastikan tersedia di seluruh SPBU, khususnya di Kota Kupang. Masyarakat tidak perlu panik membeli, cukup membeli secara normal dan bijak,” ujar Ali. (*)







Tinggalkan Balasan