KUPANG, KN — Ratusan lulusan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang resmi dikukuhkan dalam acara Wisuda Angkatan X Tahun 2026 yang berlangsung penuh khidmat di Gedung GMIT Center pada Selasa (29/9/2026). 

Suasana di dalam aula besar tersebut tampak megah dan semarak. 

Ribuan deretan kursi biru terisi padat oleh para wisudawan yang mengenakan toga hitam berkerah oranye-kuning, berjejer rapi di area tengah auditorium. 

Di sisi panggung utama, deretan senat dan civitas akademika berbalut jubah keagamaan dan akademis berdiri anggun di balik hiasan tanaman serta bunga-bunga segar yang mempercantik podium. 

Ribuan pasang mata, mulai dari para dosen, pimpinan kampus, hingga jajaran tamu undangan dan keluarga lulusan yang memadati lantai atas serta balkon, turut menyaksikan momen bersejarah ini.

Sebanyak 349 mahasiswa-mahasiswi sukses menyelesaikan masa studi mereka dan resmi meraih gelar akademis pada Selasa (29/9/2026). 

Momen pengukuhan ini bukan sekadar seremoni penyerahan ijazah, melainkan puncak dari ikhtiar panjang yang melibatkan keterlibatan mendalam dari keluarga, pengorbanan para orang tua, serta bimbingan intensif dari jajaran pengajar selama masa perkuliahan.

Turut hadir dalam prosesi yang digelar pada Selasa (29/9/2026) tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan pesan dan motivasi mendalam bagi para lulusan yang baru dilantik. 

Dalam orasinya dari atas mimbar utama yang dilengkapi layar LED besar, ia mengingatkan bahwa penyelesaian studi di bangku kuliah merupakan awal dari tanggung jawab nyata di tengah masyarakat.

“Gelar boleh bertambah. Tapi perjalanan untuk memberi arti justru baru dimulai. Jangan berhenti pada gelar. Ilmu yang saudara dapatkan harus turun menjadi karya, menjadi pelayanan, menjadi keberanian untuk menciptakan peluang, dan menjadi manfaat bagi keluarga, gereja, sekolah, dunia kerja, maupun masyarakat,” tegas Melki Laka Lena di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter, moralitas, serta daya adaptasi generasi muda di tengah pesatnya era transformasi digital dan perkembangan teknologi modern.