Kupang, KN – Ketua PGRI Provinsi NTT Dr. Semuel Haning SH., MH., CMe.CPArb mengkritik keras tindakan penganiayaan terhadap guru SMA Negeri 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata, oleh oknum orang tua murid.

Ia menyebut, tindakan oknum orang tua murid itu tidak pantas dilakukan terhadap seorang guru, yang telah berjazah dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

Karena itu, Ketua PGRI NTT mendesak agar Polres Lembata segera bertindak, dan menetapkan oknum-oknum yang telah melakukan penganiayaan sebagai tersangka, dan segera ditangkap.

“Saya yakin penyidik Polres Lembata telah mengantongi bukti-bukti, juga keterangan saksi. Sehingga saya sangat berharap agar Polres Lembata secepatnya menetapkan tersangka,” ujar Semuel Haning, Rabu (13/3/2024).

Ia menjelaskan, penetapan dan penangkapan terhadap tersangka harus segera dilakukan secepatnya oleh aparat, untuk menjaga citra baik guru di mata masyarakat.

“Saya sangat mengharapkan Polres Lembata pro aktif untuk mempercepat proses gelar perkara dan penetapan tersangka kasus pemukulan guru Damianus Dolu, dengan tidak memandang siapa orangnya, karena di mata hukum, siapa yang membuat salah, harus ditindak,” tegasnya. 

Selain untuk menjaga citra baik guru, penanganan perkara ini diharapkan bisa memberikan efek jerah bagi orang tua siswa dan masyarakat, agar mereka tidak lagi melakukan tindakan semena-mena terhadap guru.

“Ini menjadi contoh bagi masyarakat dan orang tua, bahwa jangan semena-mena melakukan penganiayaan terhadap guru. Apalagi guru yang sedang mengajar, dan penganiayaan itu dilakukan di hadapan siswa. Itu yang sangat saya sesalkan,” pinta Semuel Haning.

Sebagai Ketua PGRI NTT, Semuel Haning yang juga terkenal sebagai akademisi dan pengacara kondang di Kota Kupang ini berkomitmen penuh mengawal kasus penganiayaan guru di Lembata hingga ke pengadilan. Sehingga ia menegaskan agar guru tidak lagi dijadikan sebagai objek kriminalisasi. 

“Dalam kepemimpinan saya sebagai Ketua PGRI NTT, tidak boleh ada satu pun guru yang dikriminalisasi, diancam, atau mendapat tindakan-tindakan kekerasan fisik. Itu saya akan kawal terus,” tegasnya.