Ruteng, KN – Kelompok Tani Wela Sita di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkapkan manfaat yang dirasakan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) budidaya hortikultura PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra).
Ketua Kelompok Tani Wela Sita, Evodia Alut, mengatakan dukungan program pemberdayaan masyarakat dari PT PLN (Persero) UIP Nusra telah memberikan perubahan positif bagi kelompok tani, terutama dalam hal ketersediaan pangan dan pengembangan usaha pertanian hortikultura.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN UIP Nusra yang sudah banyak membantu kelompok kami. Sekarang kami sudah mulai bergerak di bidang usaha hortikultura dan sudah mulai merasakan makanan yang sehat dan beragam,” ucap Evodia.
Evodia bercerita, sebelum program budidaya hortikultura berjalan, konsumsi sayuran anggota kelompok tani masih sangat terbatas. Saat itu, singkong menjadi bahan pangan yang paling sering dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.
Program budidaya hortikultura, kata Evodia, menjadi salah satu penyemangat bagi kelompok tani untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian yang telah dirintis.
Ia berharap kegiatan pertanian hortikultura yang masih berjalan hingga saat ini dapat terus berkembang sehingga manfaatnya semakin luas bagi anggota kelompok tani.
“Saya mewakili Kelompok Tani Wela Sita berharap semoga PLN terus memperhatikan kelompok kami, sehingga usaha hortikultura yang sudah kami mulai ini dapat terus berkembang,” harapnya.
Sebelumnya, pada Juli 2026, Kelompok Tani Wela Sita juga telah berhasil memanen sekitar 700 tanaman pakcoy yang seluruhnya telah terserap pasar. Keberhasilan tersebut tidak hanya didukung bantuan sarana produksi, tetapi juga pendampingan intensif mulai dari pembibitan, teknik budidaya, perawatan tanaman, pengendalian hama hingga pemasaran hasil panen.
Program pendampingan kelompok tani yang dijalankan PLN sejak 2023 dan diperkuat pada 2025 telah membawa perubahan signifikan bagi kelompok tani. Metode budi daya yang diperkenalkan melalui program tersebut membuat biaya perawatan kebun lebih efisien.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menegaskan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah proyek.
Menurutnya, pembangunan PLTP Ulumbu juga perlu memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal.
“Program hortikultura di Desa Wewo menjadi salah satu bentuk komitmen PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar proyek strategis ketenagalistrikan. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, PLN berharap semakin banyak lahan yang dapat dioptimalkan menjadi lahan produktif sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat,” ujar Manurung. (hmspln)







Tinggalkan Balasan