“Data dari Pemkot ada 10 sekolah. Satu merupakan blind spot, sementara sembilan sekolah lainnya sinyalnya masih kita optimalkan. Ini tidak hanya berdampak pada sekolah, tetapi masyarakat sekitar juga merasakan dampaknya,“ tuturnya menegaskan kemanfaatan ganda program ini.
Guna menuntaskan masalah tersebut secara teknis, Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Kota Kupang, I Wayan Sudana, menyampaikan bahwa pihaknya menerapkan metode penguatan pemancar serta penerjunan armada transmisi khusus.
“Kami melakukan optimasi jaringan, salah satunya melalui penambahan antena. Sedangkan untuk daerah yang blind spot, kami akan melakukan penambahan mobile BTS. Di Telkomsel kami menyebutnya COMBAT,” kata I Wayan memaparkan skema penanganan di lapangan.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kota Kupang Dance Bistolen, S.Pd., Manager Mobile Consumer Brand Telkomsel Kota Kupang Adhy Yanwar, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., serta Camat Maulafa. (agn)






Tinggalkan Balasan