KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang secara resmi memulai langkah strategis untuk memetakan Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) potensi unggulan sebagai fondasi intervensi ekonomi berbasis data yang presisi. 

Komitmen tersebut tercermin dalam gelaran Focus Group Discussion (FGD) Penelitian KPJU Unggulan UMKM Kota Kupang Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Kota Kupang pada Senin (28/9/2026).

Suasana di dalam aula tempat acara berlangsung tampak formal dan sarat interaksi profesional. 

Ruangan bercat krem berlantai keramik putih tersebut dipenuhi jajaran pejabat instansi Pemkot Kupang berpakaian dinas cokelat keki yang duduk rapi di atas deretan kursi lipat biru. 

Di depan ruangan, podium utama berbalut kain dekoratif emas-cokelat menjadi panggung pemaparan bagi para narasumber. 

Tampak hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., duduk memimpin barisan depan bersama akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang. 

Di latar belakang panggung, sorotan proyektor menampilkan dokumen analisis yang dikaji cermat oleh para peserta.

Dalam sambutan pembukanya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., menegaskan bahwa studi ini dirancang untuk membaca arah tren pertumbuhan ekonomi daerah secara holistik, bukan sekadar membandingkan skor antar-sektor.

“FGD ini sangat penting karena ini bukan semata-mata untuk mengidentifikasi produk atau jenis usaha yang unggul, tetapi lebih dari itu kita sedang memandang arah ekonomi Kota Kupang. Yang kita butuhkan bukan hanya data, tetapi bagaimana data itu kemudian menjadi dasar untuk mengambil kebijakan,” tegas Ignasius di hadapan peserta diskusi.

Ia menambahkan bahwa pemetaan mendalam ini krusial agar perumusan program kerja untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak disaratkan dengan kebijakan yang seragam di seluruh wilayah. 

Mengingat karakter tiap kecamatan yang berbeda, sinergi lintas sektor antara Pemkot Kupang, Bank Indonesia, akademisi, serta sektor perbankan dinilai kunci dalam mengawal keterandalan data di lapangan.

Narasumber riset dari FEB Unwira Kupang, Rere Paulina Bibiana, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa studi KPJU dilaksanakan di enam kecamatan se-Kota Kupang.

 Pengumpulan data melibatkan pemangku wilayah tingkat kecamatan, seperti camat, sekcam, hingga kepala seksi pemberdayaan masyarakat, yang diperkuat lewat observasi serta konfirmasi langsung di lapangan.

Hasil kajian sementara menempatkan sektor akomodasi dan penyediaan makan-minum di peringkat teratas dengan skor rata-rata 3,912 dari skala 5. 

Sektor jasa lainnya membuntut ketat dengan skor 3,907, diikuti sektor perdagangan (3,880), serta kesenian, olahraga, dan rekreasi (3,591). 

Sementara itu, sektor industri mencatat skor 3,161, sedangkan sektor primer seperti pertanian/peternakan (2,092) dan perikanan (1,970) berada di rentang bawah.

Rere menekankan, dominasi kuliner dan penginapan sejalan dengan karakteristik Kupang sebagai kota jasa dan wilayah pesisir yang terus berkembang. 

Kegiatan FGD kemudian diakhiri dengan sesi konfirmasi dan perumusan rekomendasi bersama seluruh pemangku kepentingan, serta ditutup dengan foto bersama jajaran pejabat Pemkot dan tim peneliti di bagian depan aula. (agn)