KUPANG, KN – Penyelenggaraan Festival Budaya Kelurahan Naikolan 2026 di Jalan Bougenville tidak hanya menjadi ajang pelestarian seni, tetapi juga momentum penting dorongan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang bersama warga setempat menyuarakan pentingnya alokasi anggaran serta pemanfaatan lokasi festival sebagai ruang usaha kuliner permanen.
Suasana malam pembukaan festival di RT 003/RW 001 Naikolan dipenuhi antusiasme ratusan warga yang memadati area luar panggung.
Sorot lampu panggung serta layar LED besar di latar belakang memancarkan keceriaan jajaran pemerintah, wakil rakyat, dan para tokoh adat yang berdiri berdampingan melakukan foto bersama dengan simbol pose kebersamaan.
Di sekitar area panggung, deretan stan UMKM warga mulai beraktivitas menyajikan aneka jajanan lokal, menandai bangkitnya geliat ekonomi warga sekitar.
Anggota DPRD Kota Kupang, Roy Riwu Kaho, menegaskan bahwa lembaga legislatif melalui Komisi II berkomitmen penuh mendorong penambahan porsi anggaran untuk festival budaya tingkat kelurahan agar tidak membebani kas RT, RW, maupun swadaya warga.
“Pemerintah harus bijak dan objektif dalam melihat kebutuhan masyarakat. Ada masyarakat yang membutuhkan pembangunan jalan, penerangan jalan, pendidikan, tetapi ada juga masyarakat yang membutuhkan perhatian di sektor ekonomi dan kebudayaan,” ungkap Roy Riwu Kaho.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Naikolan, Yeni Missa, S.Sos., menyampaikan aspirasi warga yang mendesak agar kawasan Jalan Bougenville dapat diintervensi menjadi pusat kuliner dan tempat usaha terpadu bagi masyarakat setempat.
“Budaya juga tidak boleh ditinggalkan. Karena itu, kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata… Kami masyarakat Naikolan berharap tempat ini dapat dijadikan tempat kuliner untuk kami berusaha. Harapan kami, masyarakat Naikolan bisa memiliki tempat usaha di sini,” tutur Yeni.
Melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan seniman, pelaku usaha mikro, tokoh pemuda, hingga tokoh perempuan ini, Kelurahan Naikolan membuktikan bahwa ajang seni budaya mampu menjadi sarana efektif dalam memberdayakan ekonomi warga sekitar secara berkelanjutan. (agn)






Tinggalkan Balasan