“Kami punya program KUR yang sedang kami galakkan. Kita ingin sekali membantu UMKM di daerah-daerah lewat program ini,” jelasnya.

Charlie juga mendorong pemerintah daerah bersama KADIN melakukan kajian dan pemetaan terhadap berbagai produk unggulan NTT. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui komoditas yang memiliki potensi pengembangan, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membuka akses ke pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Charlie turut menyoroti peran perempuan dalam kegiatan ekonomi. Ia mendorong agar semakin banyak perempuan NTT yang berkembang sebagai pelaku usaha, terutama pada sektor-sektor yang berkaitan dengan pariwisata.

Menurutnya, peluang tersebut terbuka pada berbagai bidang seperti kerajinan tangan, produk oleh-oleh, kuliner, hingga usaha kreatif lainnya.

“Kaum wanita makin hari makin berperan dalam kegiatan ekonomi. Apalagi industri-industri pendukung pariwisata itu banyak yang dikerjakan oleh wanita,” katanya.

Selain penguatan sektor ekonomi di dalam daerah, Bank NTT juga melihat peluang dari aktivitas perdagangan lintas negara. Charlie mengungkapkan bahwa Bank NTT yang telah berstatus sebagai bank devisa memiliki rencana untuk membuka kantor cabang di Timor-Leste.

Rencana tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan transaksi dan aktivitas ekonomi lintas batas. Namun, pelaksanaannya masih perlu disesuaikan dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku di Timor-Leste.

“Kita perlu melihat peraturan di negara Timor-Leste. Jangan sampai negara itu tidak mengizinkan bank lain beroperasi di sana,” pungkas Charlie.

Penguatan perdagangan, pengembangan pariwisata, perluasan akses pembiayaan UMKM, serta peluang konektivitas ekonomi dengan negara tetangga menjadi bagian dari upaya memperluas peran NTT dalam aktivitas ekonomi regional dan internasional. Bank NTT menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan tersebut melalui layanan dan pembiayaan perbankan. (*/ab)