Kefamenanu, KN – Bank NTT Cabang Kefamenanu mulai menerapkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk mendukung pengelolaan transaksi keuangan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Kehadiran KKI diharapkan dapat memperkuat efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan belanja pemerintah daerah.

Peluncuran KKI dilakukan oleh Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 Kota Kefamenanu, Selasa, 22 September 2026. Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong.

Kepala Bank NTT Cabang Kefamenanu Jorsalino Reynaldi Seran menjelaskan, penerapan KKI untuk tahap awal difokuskan pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten TTU.

“Awalnya untuk tiga instansi, tapi ini perdana sehingga sesuai instruksi Kepala BKAD kita terapkan untuk satu instansi pemerintah daerah, yaitu BKAD,” kata Jorsalino di Kefamenanu, Rabu, 23 September 2026.

Menurut Jorsalino, KKI memberikan kemudahan bagi perangkat daerah dalam melakukan transaksi belanja operasional tanpa menggunakan uang tunai. Berbagai kebutuhan perkantoran maupun layanan dasar, seperti alat tulis kantor (ATK), kertas, printer, listrik, dan air, dapat dibayarkan melalui sistem tersebut.

Penggunaan KKI juga memungkinkan proses transaksi dan pengawasan dilakukan secara lebih terstruktur. Setiap transaksi tercatat dalam rekening koran sehingga dapat membantu pemerintah daerah dalam memantau penggunaan anggaran sekaligus menyusun pertanggungjawaban keuangan.

“Transaksinya lebih mudah, kontrolnya lebih gampang, dan terutama dari sisi pertanggungjawaban karena dia langsung debet ke rekening giro yang ada di masing-masing dinas,” ujar Jorsalino.

Ia menjelaskan, pencatatan seluruh transaksi melalui rekening koran menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat pengawasan terhadap belanja pemerintah daerah. Mekanisme tersebut sekaligus diharapkan dapat mengurangi potensi penyimpangan atau kebocoran dalam penggunaan anggaran.

“Intinya laporan pertanggungjawaban keuangan dan juga mencegah kebocoran. Memang dari awal kita launching ini untuk Pemerintah Kabupaten TTU melalui Bank NTT,” katanya.

Setelah penerapan awal di BKAD, Bank NTT Cabang Kefamenanu berencana memperluas penggunaan KKI ke sejumlah perangkat daerah lainnya pada 2027. Beberapa perangkat daerah yang diproyeksikan mengikuti program tersebut antara lain Bagian Umum, Sekretariat DPRD TTU, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.

Jorsalino mengatakan perluasan tersebut akan dilakukan dengan melihat efektivitas penerapan KKI pada tahap awal.

“Tahun depan sudah bisa diikuti oleh dinas-dinas besar yang lain, di mana mereka akan melihat KKI berjalan baik dan efektif dan ikut,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyatakan bahwa penerapan KKI merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperbaiki tata kelola keuangan. Penggunaan transaksi non-tunai diharapkan dapat membuat proses belanja pemerintah lebih tertib sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

Dengan penerapan KKI, Pemkab TTU dan Bank NTT mendorong penggunaan sistem transaksi yang lebih terdokumentasi dalam pengelolaan belanja pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan anggaran. (*/ab)