KUPANG, KN – Langkah konkret dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Kupang. 

Melalui Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang, kegiatan Sosialisasi Penyusunan Rencana Aksi Kelurahan Program Kampung Iklim (Proklim) 2026 sukses diselenggarakan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Selasa (22/9).

Di dalam Aula Rumah Jabatan, suasana dialogis terasa kental ketika para lurah, lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), pengurus RT/RW, serta akademisi duduk bersama merumuskan langkah strategis perbaikan lingkungan. 

Para aparatur sipil negara (ASN) mengenakan pakaian dinas harian (PDH) warna cokelat khas pamong praja bersanding rapat dengan para pemateri dan mitra pembangunan yang mengenakan pakaian kemeja formal. 

Kebersamaan tersebut diabadikan dalam sesi foto bersama di mana puluhan peserta berdiri berjajar rapi memenuhi area depan panggung utama.

Dalam laporan panitia, Analis Kebijakan Ahli Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang, Rahmat Mukolang, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan mengumpulkan data lapangan, memetakan potensi wilayah, serta menyusun dokumen kebijakan pelaksanaan Proklim yang terstruktur di tiap wilayah kelurahan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., yang membuka acara tersebut menaruh harapan besar pada 12 kelurahan percontohan (Maulafa, Liliba, Alak, Batu Plat, Nunleu, Bonipoi, Oesapa Barat, Oebobo, Naikoten I, Fatukoa, Kuanino, dan Naioni) untuk menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan di tingkat warga.

“Kami berharap bahwa para lurah harus menjadi penggerak utama karena perubahan yang paling nyata tidak selalu dimulai dari kantor pemerintahan, tidak selalu mulai dari kantor lurah atau kantor wali kota, tapi sering kali perubahan justru dimulai dari lingkungan tempat kita tinggal,” imbau Ignasius.

Lebih jauh, Ignasius mengapresiasi kontribusi akademisi Faperta Undana Kupang Dr. Ir. Ludji Mikhael Riwu Kaho, M.Si., yang akan memimpin tim pendampingan ke lapangan, serta dukungan dari Plan International dan CRS Cabang Kupang. 

Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan untuk mencapai target jangka panjang demi mewujudkan kota yang berkelanjutan.

“Ada semboyan dari Pak Wali dan Ibu Wakil bahwa kalau kita mau jalan cepat kita jalan sendiri, tapi kalau mau jalan jauh kita jalan sama-sama,” tuturnya memungkas sambutan.

Rangkaian kegiatan sosialisasi ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan diskusi kelompok terarah (FGD) di masing-masing kelurahan untuk menyusun program kerja aksi iklim yang sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat setempat. (agn)