Ende, KN – Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mariani P Diaz resmi dipolisikan wartawan, karena diduga mengancam dan menghalangi awak media dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
Ketiga wartawan yang diduga diancam adalah Marselinus Mite Feni dari Metro TV, Teja Rango dari media online Koranntt.com, dan Adrianus So dari Dypon Cyber.
Wartawan Koranntt.com, Teja Rango mengatakan, awalnya ketiga jurnalis itu hendak mengonfirmasi terkait dugaan korupsi dana Bimtek di Dinas P dan K Ende.
“Kami mau konfirmasi dugaan korupsi kepada salah satu pegawai yang mengembalikan uang bimtek PKG, berdasarkan laporan dari salah satu Kepala Sekolah Dasar (SD),” ujar Teja, Jumat 30 April 2021.
Menurutnya, setelah tiba di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ende, mereka kemudian diterima oleh salah satu staf atas nama Mariani P Diaz, sesuai nama yang tertera dalam kuitansi pengembalian uang bimtek.
Tiga awak media itu kemudian mengajukan beberapa pertanyaan untuk diteruskan kepada pimpinannya. Usai melaporkan kepada pimpinannya, Mariani P Diaz kemudian mengancam para awak media untuk dilaporkan ke polisi.
Pernyataan itu kemudian memantik tanggapan dari wartawan Metro TV, Marselinus Mite Feni, yang mempersilahkan Mariani untuk melapor ke polisi.
Usai mengatakan hal itu, Mariani kemudian mengamcam akan mencari para wartawan.
“Dia (Mariani,red) menyampaikan bahwa saya akan cari kamu,” ujar Teja meniru ancaman staf Dinas P dan K Ende itu.
Merasa diintimidasi oleh ancaman Mariani P Diaz, ketiga wartawan langsung melaporkan masalah tersebut ke Polres Ende.
“Kami merasa terganggu. Sehingga kami laporkan masalah ini ke Polres Ende,” tandas Teja Rango.
Mariani P Diaz resmi dilaporkan ke Polres Ende dengan nomor Laporan Polisi: STBL/78//IV/2021/Res Ende tertanggal Jumat 30 April 2021.*