Madrasah Aliyah Negeri Lembata Terapkan Ujian Berbasis Android

Salah satu siswi Madrasah Aliyah Negeri Lembata saat memegang aplikasi JIBAS CBE / Istimewa

Lewoleba, KN –  Di tengah pandemi Covid-19, Tim IT Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur membuat terobosan baru, yakni sistem digitalisasi ujian berbasis android dengan aplikasi mobile JIBAS CBE.

Aplikasi JIBAS CBE dirancang khusus oleh Tim IT untuk membantu proses belajar dan ujian berbasis android bagi para siswa siswi Madrasah Aliyah Negeri Lembata.

Aplikasi tersebut telah melalui tahap uji coba dan dianggap berhasil 99 persen, sehingga tim IT MAN Lembata memperkenalkan sistem android tersebut kepada para siswa untuk memudahkan siswa mengikuti proses ujian akhir sekolah.

Ketua IT MAN Kabupaten Lembata, Alkhaidir Aco, S.Pd, mengatakan, aplikasi ujian tersebut sangat bagus untuk digunakan pada daerah yang akses internetnya sangat minim, karena bisa diakses dalam mode pesawat (Offline).

“Idealnya, dalam proses ujian siswa, kenyamanan menjadi sebuah keharusan. Karena ujian android tipe full online membuat para siswa atau peserta didik takut terjadi gangguan dalam meload soal, sehingga capaian kurikulum tidak bisa diukur,” jelas Alkhaidir kepada wartawan, Senin 22 Maret 2021.

Menurutnya, tipologi jaringan harus diubah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi user (siswa) dalam melaksanakan ujian. Agar fokus siswa hanya pada soal yang diujikan.

“Aplikasi ini dirancang khusus dan bisa digunakan dalam mode ofline dan tidak menghabiskan banyak data. Selain itu siswa tidak terganggu dengan notifikasi seperti bug serta chace penelusuran dalam google,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pertamina-YBLL Kampanyekan Green Mobility dan Green Energy di ASEAN SUMMIT 2023

Ia menambahkan, kehadiran aplikasi memudahkan peserta untuk mengakses dari rumah, namun tetap terpusat pada satu server yang dikendalikan langsung oleh admin MAN.

“Dengan begitu, kemungkinan kecurangan pun sangat tipis. Para siswa-siswi tetap terpantau mengerjakan secara jujur dalam ujian Madrasah dan ujian sekolah,” imbuh Alkhaidir.

Kepala Madrasah Aliyah Negeri Lembata, Abdulah Malik, S.Pd saat memonitor langsung proses ujian mengatakan, Madrasah harus dapat memotivasi siswa-siswinya dalam menghadirkan pembelajaran dan ujian berdasarkan tuntutan zaman yang serba digital.

“Covid-19 bukan sebuah halangan untuk melakukan trobosan-trobosan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun Madrasah harus tampil beda untuk melahirkan karya-karya baru. Jangan berpikir biasa-biasa saja, tetapi harus berpikir luar biasa,” tandasnya.

Sementara itu, siswa kelas XII program studi IPA, salman Al-Farisi mengatakan, sangat nyaman dan aman saat menggunakan aplikasi tersebut, karena tidak ada gangguan saat dioperasikan.

“Aplikasi ini tidak macet-macet ketika pindah soal dari satu halaman ke halaman berikutnya. Seharusnya system ini dihadrikan sejak dahulu. Jangan kami mau lulus baru ada,” ungkap Salman.

Untuk diketahui, aplikasi tersebut hanya memakan kapasitas 2 MB dari total download. Sehingga hasil ujian peserta didik bisa langsung diketahui.*