Kupang, KN – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kembali normal setelah sempat mengalami kelangkaan dalam beberapa hari terakhir akibat keterlambatan pengiriman dari Balikpapan. Pemerintah Kota Kupang mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membantu mengatur antrean kendaraan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kepala Satpol PP Kota Kupang, Rudi Abubakar, mengatakan pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, guna memastikan antrean kendaraan di SPBU dapat terkendali.
“Memang kami diperintahkan oleh Bapak Wali Kota Kupang untuk membantu mengatur antrean BBM di Kota Kupang,” kata Rudi saat ditemui di salah satu SPBU di Jalan Air Tari, Selasa, (13/10/2026).
Menurut Rudi, kondisi antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur normal seiring masuknya pasokan BBM. Bahkan, berdasarkan pantauannya di SPBU Jalan El Tari, antrean kendaraan sudah tidak terlihat seperti beberapa hari sebelumnya.
Ia menjelaskan, kelangkaan BBM yang terjadi sebelumnya dipicu keterlambatan pasokan dari kilang di Balikpapan. Pengiriman yang seharusnya tiba pada Jumat baru sampai di Kupang pada Sabtu.
Meski demikian, distribusi BBM ke SPBU di Kota Kupang telah dimulai sejak Minggu. Untuk Kota Kupang juga memperoleh tambahan kuota BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kuota yang seharusnya 200 kiloliter (KL) menjadi 300 KL,” ujarnya.
Rudi menyebutkan, distribusi BBM ke 15 SPBU di Kota Kupang sudah berlangsung hingga sekitar pukul 18.00–19.00 WITA pada hari Senin, 12 Oktober 2026. Dengan masuknya pasokan dan penambahan kuota, antrean kendaraan diharapkan terus berkurang dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Di sisi lain, Satpol PP Kota Kupang menurunkan dua regu personel untuk membantu pengaturan antrean di sejumlah SPBU. Personel tersebut disebar ke berbagai titik, termasuk dari wilayah Lasiana menuju lokasi pemantauan lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban di area SPBU sekaligus membantu kelancaran pelayanan kepada masyarakat selama proses distribusi BBM berlangsung.







Tinggalkan Balasan