KUPANG, KN — Penelitian Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Kota Kupang Tahun 2026 merekam dominasi sektor akomodasi serta jasa makan-minum sebagai motor penggerak ekonomi daerah paling potensial. 

Temuan data sementara tersebut dipaparkan secara terbuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Rumah Jabatan Sekda Kota Kupang, Senin (28/9/2026).

Forum ilmiah tersebut berlangsung dalam atmosfer diskusi yang konstruktif dan penuh kehangatan. 

Puluhan peserta dari dinas teknis, unsur kecamatan, akademisi Unwira, dan perwakilan perbankan memadati aula berpendingin udara yang tertata rapi. 

Berbagai perangkat laptop dan lembaran analisis tampak dibeberkan para peserta untuk menguji temuan data kaji riset.

Penyaji materi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Rere Paulina Bibiana, S.E., M.Si., menerangkan bahwa kolaborasi riset antara Bank Indonesia dan Unwira ini menelaah beragam variabel komprehensif, mulai dari ketersediaan bahan baku, akses pemasaran, hingga prospek pengembangan bisnis skala mikro.

“Tujuan dari penelitian ini nanti akan menemukan di setiap kecamatan kira-kira produk atau komoditi apa yang merupakan unggulan. Tingginya skor akomodasi dan makan minum menunjukkan potensi yang cukup kuat pada sektor tersebut, sejalan dengan karakter Kota Kupang sebagai wilayah perkotaan sekaligus daerah pesisir,” jelas Rere saat memaparkan temuan kuantitatif di depan forum.

Dari kalkulasi indikator performa, sektor hotel, penginapan, restoran, kos-kosan, hingga warung kuliner unggul signifikan dengan skor 3,912. 

Di urutan berikutnya, jasa lainnya menempel di angka 3,907, perdagangan di skor 3,880, rekreasi dan olahraga di angka 3,591, serta transportasi sebesar 3,474. 

Adapun sektor pengolahan industri mengantongi skor 3,161.

Mewakili Penjabat Wali Kota Kupang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., menegaskan pentingnya menindaklanjuti angka-angka statistik menjadi panduan praktis regulasi daerah.